Imparsial Kritik Kehadiran TNI di Ruang Sidang Nadiem

Pada Senin (5/1/2026), di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terlihat kehadiran tiga anggota TNI yang berseragam. Kehadiran ini telah menimbulkan ketidakpastian dan kontroversi di kalangan masyarakat.

Menurut Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra, kehadiran tersebut tidak memiliki urgensi dan dapat dianggap sebagai nuansa intimidatif bagi proses persidangan. "Kehadiran anggota TNI berseragam di dalam ruang persidangan tidak memiliki urgensi dan cenderung melahirkan nuansa intimidatif di ruang persidangan," kata Ardi.

Saat ini, pengamanan ruang sidang telah ditetapkan secara jelas oleh Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 5 Tahun 2020 sebagaimana diubah dengan Perma Nomor 6 Tahun 2020. Menurut Ardi, pelibatan TNI dalam pengamanan persidangan hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu seperti adanya ancaman keamanan tinggi.

Ardi juga menekankan bahwa pelibatan TNI harus memenuhi prinsip imminent threat dan last resort. "TNI hanya dapat dilibatkan jika terdapat ancaman nyata dan mendesak yang tidak lagi dapat ditangani oleh satuan pengamanan internal maupun kepolisian," ujar Ardi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menutupkan bahwa tiga orang anggota TNI yang hadir di ruang sidang tersebut bukan untuk melibatkan dalam proses persidangan. "Fokus pengamanan adalah terhadap jaksa dan kelancaran proses hukum, bukan mencampuri jalannya persidangan," ucap Donny.

Penggunaan keberadaan tiga orang anggota TNI tersebut sebagai solusi instan untuk persoalan tata kelola publik dianggap berisiko bagi kepentingan publik dan dapat menggerus profesionalisme TNI.
 
Gue pikir kalau pengamanan di ruang sidang harus lebih transparan, jadi kita semua tahu apa yang sedang terjadi, bukan? Kalau ada ancaman keamanan tinggi, ya udah masuk akal kalau TNI ikut diadakan. Tapi, jika cuma untuk "mengintip" aja, gue rasa itu kurang profesional, nih.
 
Aku pikir ini salah paham, ternyata kalau ada 3 orang polisi yang datang kesini nggak masalah sih... aku rasa pengamanan di dalam ruang sidang harus lebih transparan, tapi aku juga tidak benar-benar setuju dengan pendapat Ardi yang pikir ini nuansa intimidatif. Aku rasa kalau ada 3 orang polisi datang kesini berarti ada masalah yang perlu dieksplorasi, bukan hanya sekedar "nuansa intimidatif".
 
Maksudnya gini, sih... kalau tiga orang TNI itu hadir di ruang sidang, itu tidak ada alasan apa-apa juga ya? Mereka cuma mau melibatkan diri sendiri aja, bukannya membuang-buang keberadaan mereka untuk proses persidangan yang jadi. Tapi kalau dihakimiin sih, itu bisa bikin nuansa intimidation dan bisa jadi ada kesan bahwa ada konflik antara penegak hukum dan hakim, kan? Kalau benar-benar tidak ada ancaman tinggi, maka TNI seharusnya tidak hadir, ya...
 
Gue rasa sih kalau mereka harus tetap jujur lagi, apa yang maksudnya ada ancaman nyata? Belum ada bukti apa-apa! 🤔 Kekhawatiran ini sama sekali tidak masuk akal, seperti sih ada tindakan sabotase atau apa? 🙄 Semua itu hanya untuk membenarkan kehadiran TNI yang tidak perlu.
 
Pagi-pagi, aku pikir kalau ada 3 orang polisi yang datang ke ruang sidang itu, apa aja yang mereka cari? Mungkin mau 'bantu' jaksa atau apa lagi. Aku rasa ini salah juga, kalau tidak ada ancaman keamanan tinggi, kenapa harus ada 3 orang polisi? Kalau hanya untuk menegur Jaksa, kan itu tidak penting. Dan yang jadi, kalau ada ancaman nyata, kenapa tidak langsung memanggil Polisi atau TNI untuk 'membantu' siapa saja yang ada masalah? Aku pikir ini lebih seperti 'kegiatan' intelijen daripada 'pemeriksaan' keamanan.
 
ini nanya apa dengan tni di ruang sidang? rasanya serasa dijadikan sekedar lirik buat drama atau sesi sosial media. kalau memang ada ancaman keamanan, toh ada cara lain yang tidak harus menampilkan tni berseragam sih... misalnya penempatan pengamat independen dari organisasi keamanan internasional atau yang serius banget. tnyt di ruang sidang yang nggak ada kaitannya sama sekali, aku pikir ini hanya cara cari perhatian aja.
 
Moga jangan terjadi lagi, ya... Ketika punya uang dan waktu yang banyak, siapa sih yang nggak suka ada akses untuk memilih siapa yang akan diadili? 🤑🔒 Mereka bilang TNI hanya diutamakan saat ada ancaman keamanan tinggi, tapi apa benar? Apa sih yang terjadi kalau ada yang ingin melanggar aturan, tapi TNI nggak ada atau tidak mau tindak? 🤷‍♂️
 
Aku pikir ini yang bikin kontroversi nggak perlu begitu luas, kalau ya kan ada aturan yang jelas tentang pengamanan sidang ya, tapi ini ada 3 orang TNI yang langsung hadir dan bikin banyak kekhawatiran. Aku pikir ini bukan soal profesionalisme TNI, tapi soal siapa yang bilang harus diadakan aja sih? Kita jangan terlalu serius dulu, tapi apa yang ada pasti bukti bahwa ada ancaman nyata dan mendesak ya, kalau tidak kan ada masalahnya?
 
Hmm, aku rasa kalau pengamanan yang ada gini serasa buat jaga-jaga sih... tapi sama-sama kenyamanan proses persidangan kan? Aku pikir kalau TNI jadi banyak melibatkan di dalam proses hukum, bisa bikin jebakan sih... dan gak perlu, kan? Aku rasa lebih baik kalau pengamanan yang terfokus pada aspek keamanan benar-benar yang utama aja...
 
Gue pikir ini sangat konyol! 🤣 Lihat ada 3 polisi yang masuk ke ruang sidang, apa lagi? Ada apa ya? 👀
Maksudnya, apa sih yang ingin mereka lakukan di sana? 🤔 Mungkin ada yang salah, tapi gue tidak ngerti apa yang sebenarnya terjadi.
Gue pikir ini serupa dengan cara kerja Pemkab Jakarta Selatan, terus-terusan bikin kontroversi tanpa harus tahu apa yang benar-benar penting! 🤷‍♂️
Tapi gue tidak ingat apakah ada keberadaan 3 polisi ini sebenarnya ada di ruang sidang atau hanya sekedar foto-foto yang dipagarkan.
Kalau benar-benar ada, maka toh gue pikir itu bukan cara yang baik dalam menghadapi masalah tata kelola publik. 💔
Gue lebih suka jika Pemkab Jakarta Selatan mulai membuat rencana yang benar-benar efektif dan membuat masyarakat puas, bukan hanya membuat kontroversi! 🤝
 
Wah, apa yang terjadi aja, pengamanan persidangan TNI begitu banyak! 🤯 Saya rasa ini jadi macet, di mana ada ancaman nyata, tapi bukannya dihormati profesionalitasnya. Tapi sayangnya, kalau tidak ada ancaman, apa yang mereka lakukan aja? 😂

Saya pikir lebih baik kalau pengamanan diselenggarakan oleh tim pengamanan internal yang sudah terlatih, jangan perlu campur tangan TNI. Kalau TNI ikut campur, nanti akan ada konflik dengan jaksa atau bahkan korban. Maksudnya, pengamanan harus bisa bebas dari semua nuansa. 🚫

Tapi sayangnya, kadang kalau kita berbicara tentang keamanan, banyak yang hanya penasaran aja. Belum pernah memikirkan konteksnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Itu yang penting diselidiki! 📺
 
Kita lihat, kenapa kita harus sabar saat itu tiba-tiba ada adegan yang membuat kita merasa tidak nyaman? Mungkin kita akan langsung terburu-buru menilai hal tersebut dan lupa untuk melihat dari sudut pandang lain. Tapi apa yang terjadi sebenarnya? Mungkin ada kesalahpahaman atau kesalahan informasi. Kita harus belajar untuk tidak langsung membuat konfirmasi, tapi lebih baik lagi kita cari tahu terlebih dahulu. Jangan lupa, ketika kita menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan, kita harus tenang dan berpikir dengan bijak 🤔💡
 
Gue paham kalau penting ngatur tata kelola di persidangan, tapi apa salahnya ketiga anggota TNI itu ngebawa seragam? Gue bayangkan jika ada kesalahannya, siapa yang akan dianggap salah? Polisi atau pengamanan sidang? Ada kekhawatiran kalau ada kecurangan atau sesuatu seperti itu. Jadi gue rasa harus ngatur tata kelola yang lebih baik daripada sengaja ngebawa seragam di ruang sidang.
 
Aku pikir ini gampang-galatin banget, kenapa ari-ari mantap TNI harus hadir langsung di ruang sidang? Kalau bukan karena ada ancaman nyata, kenapa mereka berdua lagi hadir? Aku pikir ini bikin ketidakpastian dan kontroversi, kayaknya lebih baik jangan campur tangan TNI dulu.
 
Kalau nggak salah, apa yang terjadi disini sih? Kedatangan 3 orang komandan TNI yang pakai seragam itu di ruang sidang pengadilan gampangnya bikin ketegangan dan gugupan masyarakat. Mungkin ada kekurangan komunikasi atau koordinasi antara para pihak yang terlibat. Kalau nggak salah, saya pikir lebih baik jika semua orang tahu kalau ada kehadiran TNI itu apa-apa ya? Mereka pasti punya alasan dan tujuan yang tepat, tapi kalau tidak diumumkan juga bakalan bikin keraguan.
 
Gak bisa percaya, pengamanan sidang punya aturan yang sama saja dengan cara-cara mereka ini. Sih-sih TNI mau nggabul dalam persidangan gini? Mungkin karena mereka penasaran apa yang akan dihukum siapa aja? Kalau begitu, itu kayak nggabul tahu-tahu aja, nggak ada logika sama sekali.
 
"Bahwa kekuatan adalah keterampilan menggunakan kelemahan lawannya, tapi gak cuma itu aja, kita juga harus bisa mengatur diri sendiri dulu" 🤔
 
Maksudnya apa sih kalo ada penasangan ini? Dulu kalau pun ada masalah, tidak pernah seperti ini! Mereka saja datang dengan seragam dan membuat kita curiga-curi. Kalo di dulu kita tahu sudah ada yang harus dilakukan, jangan ngewajah seperti ini. Saya pikir TNI harus lebih fokus pada pekerjaannya yang penting, bukan hanya ngembara-gerobak.
 
🤔 Gue pikir jangan harus ada yang terlalu konservatif sekali, tapi juga jangan pula bisa terlalu bebas. Kehadiran tiga anggota TNI di ruang sidang itu kayaknya harus lebih diatur lagi, tidak perlu khawatir dan juga tidak boleh sampai membuat profesionalitas mereka sembarangan aja.

Biasanya pengamanan sudah cukup dengan satu atau dua orang yang terlatih, jadi gue rasa ada keseimbangan yang perlu diperhatikan. Tapi kalau ternyata ada ancaman keamanan tinggi, pasti harus diambil tindakan yang tepat agar bisa mencegah segala kemungkinan kesalahpahaman.

Aku juga pikir kalau ada pelibatan kejurnas dan kepolisian dalam proses persidangan, gue rasa lebih baik lagi jika kita fokus pada tugas utama mereka sendiri, jadi tidak ada campur tangan yang tidak perlu. 🤝
 
kembali
Top