BEI Lakukan Trading Halt Ketiga di Era Prabowo, IHSG Anjlok Lima Persen
Kini sudah menjadi kenyataan, pembekuan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan sementara ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 8 persen. Ini merupakan trading halt ketiga di era kepemimpinan Prabowo Subianto dan pertama kali terjadi pada tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pembekuan perdagangan dilakukan tepat pada pukul 13:43:13 WIB untuk memberikan jeda bagi investor mencerna informasi dan mencegah keputusan jual-beli yang terburu-buru. Perdagangan dijadwalkan akan aktif kembali pada pukul 14:13:13 WIB tanpa perubahan jadwal lebih lanjut.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen," kata Kautsar dalam keterangannya. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk menjaga keteraturan pasar dan melakukan upaya agar perdagangan saham senantiasa teratur, wajar, dan efisien.
Pembekuan perdagangan sementara atau trading halt merupakan mekanisme yang lazim diterapkan di berbagai bursa global saat terjadi volatilitas tinggi. Tujuannya adalah memberikan jeda bagi investor untuk mencerna informasi dan mencegah keputusan jual-beli yang terburu-buru akibat sentimen negatif.
Penurunan IHSG diduga akibat dari pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI. MSCI menyoroti kekhawatiran mendasar investor global mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan keinvestasian efek Indonesia. Lembaga itu memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar, termasuk BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menunjukkan kemajuan signifikan.
Jika tidak ada peningkatan yang dianggap memadai, MSCI mengancam akan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, yang berpotensi memicu aliran dana keluar secara besar-besaran.
Kini sudah menjadi kenyataan, pembekuan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan sementara ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 8 persen. Ini merupakan trading halt ketiga di era kepemimpinan Prabowo Subianto dan pertama kali terjadi pada tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pembekuan perdagangan dilakukan tepat pada pukul 13:43:13 WIB untuk memberikan jeda bagi investor mencerna informasi dan mencegah keputusan jual-beli yang terburu-buru. Perdagangan dijadwalkan akan aktif kembali pada pukul 14:13:13 WIB tanpa perubahan jadwal lebih lanjut.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen," kata Kautsar dalam keterangannya. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk menjaga keteraturan pasar dan melakukan upaya agar perdagangan saham senantiasa teratur, wajar, dan efisien.
Pembekuan perdagangan sementara atau trading halt merupakan mekanisme yang lazim diterapkan di berbagai bursa global saat terjadi volatilitas tinggi. Tujuannya adalah memberikan jeda bagi investor untuk mencerna informasi dan mencegah keputusan jual-beli yang terburu-buru akibat sentimen negatif.
Penurunan IHSG diduga akibat dari pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI. MSCI menyoroti kekhawatiran mendasar investor global mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan keinvestasian efek Indonesia. Lembaga itu memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar, termasuk BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menunjukkan kemajuan signifikan.
Jika tidak ada peningkatan yang dianggap memadai, MSCI mengancam akan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, yang berpotensi memicu aliran dana keluar secara besar-besaran.