IHSG Pekan Lalu Rontok, Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini!
IHSG menutup pekan lalu dengan kejuntungan, tetapi tidak merespons harapan investor. Indeks ini ronot dan meninggalkan level psikologis 9.000 yang sudah berdiri sejak Oktober 2021.
Banyak saham di IHSG turun secara signifikan, termasuk FAPA, BBRI, ADRO, ASII, INCO, ADMR, PTRO, BRMS, BREN, dan JPFA. Rata-rata nilai transaksi harian naik 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi yang lebih rendah 2,66%.
Namun, apa yang paling menarik adalah investor asing melakukan penjualan bersih jumbo akumulatif sebesar Rp3,05 trilliun di seluruh pasar. Perinciannya, ada Rp2,91 triliun di pasar reguler dan Rp142,87 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
FAP Agri mencatat net foreign buy terbesar pada pekan lalu sebesar Rp1,08 triliun. Ini disebabkan oleh transaksi nego di saham emiten milik Wirastuty Fangiono.
BBRI menjadi incaran asing dengan net buy Rp414,9 miliar dan ADRO juga mendapat perhatian asing dengan net buy Rp414,9 miliar.
Perlu diingat bahwa IHSG adalah indeks terbuka yang mencerminkan kejuntungan pasar sepanjang harinya. Jadi, apakah IHSG akan kembali berdiri di atas level psikologis 9.000? Hal ini masih menjadi pertanyaan di mata semua investor.
IHSG menutup pekan lalu dengan kejuntungan, tetapi tidak merespons harapan investor. Indeks ini ronot dan meninggalkan level psikologis 9.000 yang sudah berdiri sejak Oktober 2021.
Banyak saham di IHSG turun secara signifikan, termasuk FAPA, BBRI, ADRO, ASII, INCO, ADMR, PTRO, BRMS, BREN, dan JPFA. Rata-rata nilai transaksi harian naik 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi yang lebih rendah 2,66%.
Namun, apa yang paling menarik adalah investor asing melakukan penjualan bersih jumbo akumulatif sebesar Rp3,05 trilliun di seluruh pasar. Perinciannya, ada Rp2,91 triliun di pasar reguler dan Rp142,87 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
FAP Agri mencatat net foreign buy terbesar pada pekan lalu sebesar Rp1,08 triliun. Ini disebabkan oleh transaksi nego di saham emiten milik Wirastuty Fangiono.
BBRI menjadi incaran asing dengan net buy Rp414,9 miliar dan ADRO juga mendapat perhatian asing dengan net buy Rp414,9 miliar.
Perlu diingat bahwa IHSG adalah indeks terbuka yang mencerminkan kejuntungan pasar sepanjang harinya. Jadi, apakah IHSG akan kembali berdiri di atas level psikologis 9.000? Hal ini masih menjadi pertanyaan di mata semua investor.