IHSG memerah, pandu investasi mengatakan ada koreksi alam sahama "gorengan"
Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang tidak stabil dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan pemicu utama perdagangan saham di Indonesia, mengalami koreksi besar-besaran.
Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, aksi jual yang terjadi dalam IHSG diterasa sebagai proses alamiah dan bahkan sehat bagi pasar modal. Ia menjelaskan bahwa pergerakan ini banyak terpusat pada saham-saham berisiko tinggi atau disebut "saham gorengan".
"Sekarang, aksi jual yang melanda IHSG banyak terjadi pada saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin sangat tinggi atau bahkan disebut 'uninvestable'. Ini yang mengalami koreksi. Mungkin akan mengalami koreksi alam," kata Pandu Sjahrir saat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pandu menjelaskan bahwa perbedaan yang mencolok antara saham spekulatif dan saham berbasis fundamental, saat ini saham dengan fundamental baik justru menjadi incaran sementara saham dengan valuasi 'gorengan' tertekan.
Saat ini, saham yang memiliki fondasi yang kuat dalam hal fundamental dan likuiditas, menjadi target bagi investor. Sementara saham spekulatif yang hanya bergantung pada nilai pasarkan, terus mengalami koreksi.
Pandu menekankan bahwa situasi ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, tapi merupakan momentum bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental dan memiliki valuasi wajar. Ia menjelaskan bahwa investasi itu harus memikir medium to long term.
"Sekarang kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi. Ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term," paparnya.
Dia pun mengungkapkan bahwa Danantara telah memanfaatkan momen koreksi ini sebagai kesempatan membeli saham-saham yang memiliki valuasi menarik dengan perusahaan yang baik, serta memiliki cashflow dan fundamental yang baik.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang tidak stabil dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan pemicu utama perdagangan saham di Indonesia, mengalami koreksi besar-besaran.
Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, aksi jual yang terjadi dalam IHSG diterasa sebagai proses alamiah dan bahkan sehat bagi pasar modal. Ia menjelaskan bahwa pergerakan ini banyak terpusat pada saham-saham berisiko tinggi atau disebut "saham gorengan".
"Sekarang, aksi jual yang melanda IHSG banyak terjadi pada saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin sangat tinggi atau bahkan disebut 'uninvestable'. Ini yang mengalami koreksi. Mungkin akan mengalami koreksi alam," kata Pandu Sjahrir saat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pandu menjelaskan bahwa perbedaan yang mencolok antara saham spekulatif dan saham berbasis fundamental, saat ini saham dengan fundamental baik justru menjadi incaran sementara saham dengan valuasi 'gorengan' tertekan.
Saat ini, saham yang memiliki fondasi yang kuat dalam hal fundamental dan likuiditas, menjadi target bagi investor. Sementara saham spekulatif yang hanya bergantung pada nilai pasarkan, terus mengalami koreksi.
Pandu menekankan bahwa situasi ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, tapi merupakan momentum bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental dan memiliki valuasi wajar. Ia menjelaskan bahwa investasi itu harus memikir medium to long term.
"Sekarang kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi. Ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term," paparnya.
Dia pun mengungkapkan bahwa Danantara telah memanfaatkan momen koreksi ini sebagai kesempatan membeli saham-saham yang memiliki valuasi menarik dengan perusahaan yang baik, serta memiliki cashflow dan fundamental yang baik.