IMAN RACHMAN: IHSG TIDAK PERLU DIBAWA, BOS BEI AJAK MELIHAT KEPEMILIKAN SAHAM
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman kembali menegosiasikan strategi menghadapi penurunan IHSG. Dia enggan memberikan komentar terkait proyeksi Menteri Keuangan yang berada di level 10.000 pada tahun ini.
Iman meminta awak media untuk melempar pertanyaan tersebut langsung kepada Purbaya, yang optimistis dengan proyeksi IHSG di level psikologis 10.000. "Temen-temen silakan hubungi Pak Purbaya," katanya saat konferensi pers.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menekankan, BEI akan berupaya mengerek kembali IHSG usai kejatuhannya imbas pengumuman MSCI Inc. Caranya dengan meningkatkan transparansi seperti yang diminta oleh MSCI.
Salah satu cara itu adalah dengan mendetailkan data struktur kepemilikan saham di BEI maupun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pernyataan Irvan ini mengingatkan pentingnya transparansi dalam menyampaikan data kepemilikan saham kepada publik.
Pernyataan Irvan menunjukkan bahwa BEI berusaha meningkatkan kesadaran investor. Bisa dilihat, perusahaan telah memerinci data dalam sembilan jenis investor, seperti mutual fund atau corporate and others. KSEI juga telah melakukan pembagian ini untuk memberikan informasi yang lebih detail kepada investor.
Selain itu, BEI telah berdiskusi dengan lembaga indeks internasional, Financial Times Stock Exchange (FTSE), untuk mendetailkan data pemegang saham suatu emiten. Data yang akan diterbitkan diantaranya adalah aset manajemen, private equity, ada venture capital, sovereign wealth fund, serta discretionary fund.
Pernyataan Irvan menekankan pentingnya transparansi dalam menyampaikan data kepemilikan saham kepada publik. Jika perusahaan menampilkan data yang salah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengambil tindakan terhadap perusahaan percatatan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bos BEI Irvan Susandy sangat optimistis dengan proyeksi IHSG di level psikologis 10.000 pada tahun ini. Dia menekankan bahwa BEI akan terus berupaya meningkatkan transparansi dan kesadaran investor, sehingga dapat meningkatkan kinerja IHSG.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman kembali menegosiasikan strategi menghadapi penurunan IHSG. Dia enggan memberikan komentar terkait proyeksi Menteri Keuangan yang berada di level 10.000 pada tahun ini.
Iman meminta awak media untuk melempar pertanyaan tersebut langsung kepada Purbaya, yang optimistis dengan proyeksi IHSG di level psikologis 10.000. "Temen-temen silakan hubungi Pak Purbaya," katanya saat konferensi pers.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menekankan, BEI akan berupaya mengerek kembali IHSG usai kejatuhannya imbas pengumuman MSCI Inc. Caranya dengan meningkatkan transparansi seperti yang diminta oleh MSCI.
Salah satu cara itu adalah dengan mendetailkan data struktur kepemilikan saham di BEI maupun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pernyataan Irvan ini mengingatkan pentingnya transparansi dalam menyampaikan data kepemilikan saham kepada publik.
Pernyataan Irvan menunjukkan bahwa BEI berusaha meningkatkan kesadaran investor. Bisa dilihat, perusahaan telah memerinci data dalam sembilan jenis investor, seperti mutual fund atau corporate and others. KSEI juga telah melakukan pembagian ini untuk memberikan informasi yang lebih detail kepada investor.
Selain itu, BEI telah berdiskusi dengan lembaga indeks internasional, Financial Times Stock Exchange (FTSE), untuk mendetailkan data pemegang saham suatu emiten. Data yang akan diterbitkan diantaranya adalah aset manajemen, private equity, ada venture capital, sovereign wealth fund, serta discretionary fund.
Pernyataan Irvan menekankan pentingnya transparansi dalam menyampaikan data kepemilikan saham kepada publik. Jika perusahaan menampilkan data yang salah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengambil tindakan terhadap perusahaan percatatan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bos BEI Irvan Susandy sangat optimistis dengan proyeksi IHSG di level psikologis 10.000 pada tahun ini. Dia menekankan bahwa BEI akan terus berupaya meningkatkan transparansi dan kesadaran investor, sehingga dapat meningkatkan kinerja IHSG.