Kemarin, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melewati level 8.000 persen. IHSG anjlok sebesar 292 poin atau 3,52 persen. Ini membuat BEI menjadi tempat yang mengejutkan di Asia-Pasifik.
Ternyata, reaksi ini bukan hanya karena kejutan dari Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana meningkatkan tarif impor terhadap Korea Selatan menjadi 25 persen. Tapi reaksi ini juga dipengaruhi oleh pengumuman MSCI yang menyoroti isu transparansi di Bursa Efek Indonesia.
Menurut Purbaya, Menteri Keuangan, rencana kenaikan tarif impor terhadap Korea Selatan sebenarnya tidak berdampak besar dalam hal IHSG. Namun, reaksi dari pasar modal justru lebih keras karena dianggap kurang transparan dari Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya sendiri menyatakan bahwa anjloknya IHSG akibat reaksi berlebihan dari pasar. Dia berharap pergerakan ini bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan transparansi di Bursa Efek Indonesia.
Diprediksi, IHSG akan tetap melemah hingga level 8.050-8.100 persen dalam perdagangan hari ini.
Ternyata, reaksi ini bukan hanya karena kejutan dari Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana meningkatkan tarif impor terhadap Korea Selatan menjadi 25 persen. Tapi reaksi ini juga dipengaruhi oleh pengumuman MSCI yang menyoroti isu transparansi di Bursa Efek Indonesia.
Menurut Purbaya, Menteri Keuangan, rencana kenaikan tarif impor terhadap Korea Selatan sebenarnya tidak berdampak besar dalam hal IHSG. Namun, reaksi dari pasar modal justru lebih keras karena dianggap kurang transparan dari Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya sendiri menyatakan bahwa anjloknya IHSG akibat reaksi berlebihan dari pasar. Dia berharap pergerakan ini bisa menjadi pelajaran untuk meningkatkan transparansi di Bursa Efek Indonesia.
Diprediksi, IHSG akan tetap melemah hingga level 8.050-8.100 persen dalam perdagangan hari ini.