IHSG Terus Mengaktifkan Sentimen Investasi, Dampaknya Bagaimana?
Pergerakan IHSG di perdagangan hari ini menunjukkan keseimbangan antara penguatan dan penurunan saham di Bursa Efek Indonesia. Meskipun ada beberapa saham yang mengalami koreksi, tetapi secara keseluruhan, IHSG terus meningkat dengan kekuatan 0,47% atau sebesar 42,82 poin ke level 9.075,40.
Sektor konsumer non primer dan finansial menjadi motor utama penanaman investasi di perdagangan hari ini. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham-saham yang paling berpengaruh dengan kenaikan harga sahamnya sebesar 2,69% dan 3,10% masing-masing.
Pembagian dividen interim oleh kedua bank BUMN tersebut juga terdengar sebagai penyebab utama penanaman investasi. BBRI membayarkan dividen senilai Rp 137 per saham, sedangkan BMRI membagikan sejumlah Rp 100 per saham.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan adalah sentimen pasar yang terus berubah. Dampak tekanan mata uang Garuda menjadi sangat signifikan dalam mengaktifkan penanaman investasi di pasar keuangan Indonesia hari ini. Harga jual Dolar AS telah menembus angka keramat Rp 17.000, menunjukkan adanya lonjakan permintaan fisik dolar yang sangat signifikan.
Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati sentimen internal dan eksternal dengan lebih serius dalam melakukan analisis investasi. Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan bahwa ada keseimbangan antara penguatan dan penurunan saham di Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan IHSG di perdagangan hari ini menunjukkan keseimbangan antara penguatan dan penurunan saham di Bursa Efek Indonesia. Meskipun ada beberapa saham yang mengalami koreksi, tetapi secara keseluruhan, IHSG terus meningkat dengan kekuatan 0,47% atau sebesar 42,82 poin ke level 9.075,40.
Sektor konsumer non primer dan finansial menjadi motor utama penanaman investasi di perdagangan hari ini. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham-saham yang paling berpengaruh dengan kenaikan harga sahamnya sebesar 2,69% dan 3,10% masing-masing.
Pembagian dividen interim oleh kedua bank BUMN tersebut juga terdengar sebagai penyebab utama penanaman investasi. BBRI membayarkan dividen senilai Rp 137 per saham, sedangkan BMRI membagikan sejumlah Rp 100 per saham.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan adalah sentimen pasar yang terus berubah. Dampak tekanan mata uang Garuda menjadi sangat signifikan dalam mengaktifkan penanaman investasi di pasar keuangan Indonesia hari ini. Harga jual Dolar AS telah menembus angka keramat Rp 17.000, menunjukkan adanya lonjakan permintaan fisik dolar yang sangat signifikan.
Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati sentimen internal dan eksternal dengan lebih serius dalam melakukan analisis investasi. Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan bahwa ada keseimbangan antara penguatan dan penurunan saham di Bursa Efek Indonesia.