IHSG Kembali Membuka di Kawasan Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan menutup kembali di zona merah. Pada akhir pekan ini, IHSG naik 0,13% dan mencapai level 8.936,75.
Sementara pada pekan pertama tahun ini, IHSG tercatat naik 1,8%. Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 381 saham naik, 331 turun, dan 246 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,32 triliun dengan melibatkan 54,36 miliar saham dalam 3,4 juta kali transaksi.
Sektor konsumer non-primer menjadi penggerak utama dengan naik 2,1%, diikuti oleh industri sebesar 1,78% dan kesehatan sebesar 1,34%.
Saham-saham yang menjadi penggerak utama adalah Amman Mineral (AMMN) dengan penumbatan 8,06 indeks poin. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang penumbatan 7,13 indeks poin dan Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar 3,85 indeks poin.
Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mendukung optimis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang IHSG akan tembus 10.000 tahun ini.
Namun, Inarno juga menjelaskan bahwa rasa optimisme tersebut perlu didukung dengan aspek fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan peran investor domestik. Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas emiten, peningkatan free float, serta peran investor institusi di global dan domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan menutup kembali di zona merah. Pada akhir pekan ini, IHSG naik 0,13% dan mencapai level 8.936,75.
Sementara pada pekan pertama tahun ini, IHSG tercatat naik 1,8%. Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 381 saham naik, 331 turun, dan 246 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,32 triliun dengan melibatkan 54,36 miliar saham dalam 3,4 juta kali transaksi.
Sektor konsumer non-primer menjadi penggerak utama dengan naik 2,1%, diikuti oleh industri sebesar 1,78% dan kesehatan sebesar 1,34%.
Saham-saham yang menjadi penggerak utama adalah Amman Mineral (AMMN) dengan penumbatan 8,06 indeks poin. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang penumbatan 7,13 indeks poin dan Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar 3,85 indeks poin.
Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Desember 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mendukung optimis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang IHSG akan tembus 10.000 tahun ini.
Namun, Inarno juga menjelaskan bahwa rasa optimisme tersebut perlu didukung dengan aspek fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan peran investor domestik. Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas emiten, peningkatan free float, serta peran investor institusi di global dan domestik.