IHSG ditutup dengan melemah, mencapai level 8.951,01. Perubahan harga saham ini disebabkan oleh penurunan tekanan jual yang cukup signifikan. Pada awal perdagangan, IHSG menguat tipis, tetapi kemudian turun tajam ke level terendah harian sebesar 8.837.
Jika dilihat dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi mencapai 64,05 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp31,98 triliun dan frekuensi 3,31 juta kali transaksi. Namun, breadth market masih negatif, terlihat dari 495 saham yang mengalami pelemahan, lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Sejalan dengan turunnya IHSG, sektor kesehatan dan infrastruktur yang menguat, sedangkan indeks siklikal konsumen turun paling dalam. Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga merosot ke level 873,59, tetapi indeks JII mengalami penguatan sebesar 0,07 poin atau 0,01 persen menuju ke level 607,19.
Pada perdagangan hari ini, total saham yang pelemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual pada pasar masih cukup kuat dan mempengaruhi harga saham.
Jika dilihat dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi mencapai 64,05 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp31,98 triliun dan frekuensi 3,31 juta kali transaksi. Namun, breadth market masih negatif, terlihat dari 495 saham yang mengalami pelemahan, lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Sejalan dengan turunnya IHSG, sektor kesehatan dan infrastruktur yang menguat, sedangkan indeks siklikal konsumen turun paling dalam. Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga merosot ke level 873,59, tetapi indeks JII mengalami penguatan sebesar 0,07 poin atau 0,01 persen menuju ke level 607,19.
Pada perdagangan hari ini, total saham yang pelemah lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual pada pasar masih cukup kuat dan mempengaruhi harga saham.