IHSG Ditutup dengan Melemahan, Kapan Saatnya Membeli?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan Jumat di zona merah dengan turunna 41 poin atau 0,46 persen. Pergerakan IHSG ini membuat indeks semakin melemah dan tidak dapat menggali level tertinggi yang sebelumnya mencapai Rp9.039.
Berdasarkan aktivitas pasar, total volume transaksi meningkat menjadi Rp64,05 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp31,98 triliun. Namun, saham-saham di sektor kesehatan saja yang berhasil menguat sebesar 17,98 poin atau 0,83 persen ke level Rp2.174,52.
Sementara itu, indeks IHSG sendiri turun tajam dan mencapai level terendah harian Rp8.837. Hal ini membuat saham-saham di sektor infrastruktur juga mengalami penurunan, hanya saja dengan kuantitas yang lebih kecil dibandingkan saham di sektor konsumen.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli saham, mungkin saat ini sudah waktunya. Namun, perlu diingat bahwa investasi pasti memiliki risiko dan tidak ada jaminan keuntungan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan Jumat di zona merah dengan turunna 41 poin atau 0,46 persen. Pergerakan IHSG ini membuat indeks semakin melemah dan tidak dapat menggali level tertinggi yang sebelumnya mencapai Rp9.039.
Berdasarkan aktivitas pasar, total volume transaksi meningkat menjadi Rp64,05 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp31,98 triliun. Namun, saham-saham di sektor kesehatan saja yang berhasil menguat sebesar 17,98 poin atau 0,83 persen ke level Rp2.174,52.
Sementara itu, indeks IHSG sendiri turun tajam dan mencapai level terendah harian Rp8.837. Hal ini membuat saham-saham di sektor infrastruktur juga mengalami penurunan, hanya saja dengan kuantitas yang lebih kecil dibandingkan saham di sektor konsumen.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli saham, mungkin saat ini sudah waktunya. Namun, perlu diingat bahwa investasi pasti memiliki risiko dan tidak ada jaminan keuntungan.