IHSG ditutup dengan ambles, turun 1,36 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup perdagangan Rabu (21/01/2026) pada level 9.010,33. Pergerakan ini membuat IHSG bergerak ke zona merah dan tidak mampu mempertahankan momentum penguatan awal.
Di awal perdagangan, IHSG langsung bergerak ke zona warna merah. Pada pukul 15.10 WIB, IHSG berhasil melewati batas level 9.000 dan turun hingga posisi 8.982,64. Meski mencoba rebound di akhir sesi perdagangan, IHSG tidak mampu kembali ke zona hijau.
Dari sisi aktivitas pasar volume transaksi, sejumlah saham yang berpartisipasi dalam perdagangan tersebut mencapai 4,03 juta kali dengan nilai transaksi mencapai Rp34,21 triliun. Namun, breadth market cenderung negatif dengan 546 saham melemah dan hanya 179 saham yang mengalami penguatan.
Sikap Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026 juga berpengaruh pada pergerakan saham-saham dari sektor perbankan. Saat ini, hanya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mengalami peningkatan dengan 20 poin atau 0,44 persen ke level 4.590 di akhir perdagangan.
Sementara itu, saham-saham dari sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak turun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup perdagangan Rabu (21/01/2026) pada level 9.010,33. Pergerakan ini membuat IHSG bergerak ke zona merah dan tidak mampu mempertahankan momentum penguatan awal.
Di awal perdagangan, IHSG langsung bergerak ke zona warna merah. Pada pukul 15.10 WIB, IHSG berhasil melewati batas level 9.000 dan turun hingga posisi 8.982,64. Meski mencoba rebound di akhir sesi perdagangan, IHSG tidak mampu kembali ke zona hijau.
Dari sisi aktivitas pasar volume transaksi, sejumlah saham yang berpartisipasi dalam perdagangan tersebut mencapai 4,03 juta kali dengan nilai transaksi mencapai Rp34,21 triliun. Namun, breadth market cenderung negatif dengan 546 saham melemah dan hanya 179 saham yang mengalami penguatan.
Sikap Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026 juga berpengaruh pada pergerakan saham-saham dari sektor perbankan. Saat ini, hanya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mengalami peningkatan dengan 20 poin atau 0,44 persen ke level 4.590 di akhir perdagangan.
Sementara itu, saham-saham dari sektor perbankan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak turun.