IHSG mencapai level terendah tiga bulan terakhir, anjlok 7,35 persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru hari ini menutup di level 8.320,556, dengan penurunan 659.673 poin atau 7,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Ini merupakan level terendah IHSG dalam tiga bulan terakhir, yaitu sejak tanggal 5 November 2025.
Tekanan jual langsung menjadi dominan di pasar
IHSG awalnya dibuka di level 8.393,514, tetapi kemudian menyentuh level tertinggi sebesar 8.596,172. Namun, akhirnya IHSG jatuh ke posisi terendah harian di 8.187,735.
Volume perdagangan mencapai Rp60,86 triliun
Volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat signifikan, mencapai Rp60,86 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp45,50 triliun. Frekuensi transaksi juga menunjukkan aktivitas yang tinggi, yaitu 3,99 juta kali.
Sektor-sektor yang terpantau melemah
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 37 saham yang menguat, sementara 753 saham melemah. Sementara itu, 16 saham stabil. Pelemahan ini membuat kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp15,121,13 triliun.
Sektor infrastruktur, energi, teknologi, dan transportasi yang terpantau melemah
Tekanan juga terjadi di sektor-sektor seperti infrastruktur (IDXINFRA), energi (IDXENERGY), teknologi (IDXTECHNO), dan transportasi (IDXTRANS) dengan penurunan 10,20 persen, 9,57 persen, 6,79 persen, dan 6,51 persen, masing-masing.
Perdagangan saham di BEI dibekukan
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibekukan pada Rabu (28/1/2026) siang karena penurunan IHSG yang mencapai 8 persen. Pembekuan sistem perdagangan otomatis JATS dilakukan tepat pada pukul 13:43:13 WIB dan dijadwalkan akan aktif kembali pada pukul 14:13:13 WIB tanpa perubahan jadwal lebih lanjut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru hari ini menutup di level 8.320,556, dengan penurunan 659.673 poin atau 7,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Ini merupakan level terendah IHSG dalam tiga bulan terakhir, yaitu sejak tanggal 5 November 2025.
Tekanan jual langsung menjadi dominan di pasar
IHSG awalnya dibuka di level 8.393,514, tetapi kemudian menyentuh level tertinggi sebesar 8.596,172. Namun, akhirnya IHSG jatuh ke posisi terendah harian di 8.187,735.
Volume perdagangan mencapai Rp60,86 triliun
Volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat signifikan, mencapai Rp60,86 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp45,50 triliun. Frekuensi transaksi juga menunjukkan aktivitas yang tinggi, yaitu 3,99 juta kali.
Sektor-sektor yang terpantau melemah
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 37 saham yang menguat, sementara 753 saham melemah. Sementara itu, 16 saham stabil. Pelemahan ini membuat kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp15,121,13 triliun.
Sektor infrastruktur, energi, teknologi, dan transportasi yang terpantau melemah
Tekanan juga terjadi di sektor-sektor seperti infrastruktur (IDXINFRA), energi (IDXENERGY), teknologi (IDXTECHNO), dan transportasi (IDXTRANS) dengan penurunan 10,20 persen, 9,57 persen, 6,79 persen, dan 6,51 persen, masing-masing.
Perdagangan saham di BEI dibekukan
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibekukan pada Rabu (28/1/2026) siang karena penurunan IHSG yang mencapai 8 persen. Pembekuan sistem perdagangan otomatis JATS dilakukan tepat pada pukul 13:43:13 WIB dan dijadwalkan akan aktif kembali pada pukul 14:13:13 WIB tanpa perubahan jadwal lebih lanjut.