IHSG Mulai Hari Ini Dengan Sentimen Positif, Tertinggi Di Level 8.959,09
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu ini melanjutkan tren penguatan sepanjang tahun 2025, dengan membuka di level 8.959,09. Hal ini menyebabkan nilai IHSG menguat 25,48 poin atau 0,29 persen dari hari sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Business, total saham yang bergerak di zona hijau mencapai 286 saham, sementara itu ada 202 saham yang mengalami penurunan dan 203 lainnya stagnan. Pasca pembukaan indeks berfluktuasi di level 8.940 hingga sempat mencapai titik tertinggi di level 8.970,87.
Namun, secara harian IHSG telah menguat sebesar 3,71 persen dan secara mingguan sebesar 3,76 persen. Selama enam bulan terakhir, IHSG juga telah mengalami penguatan sebesar 29,64 persen dan 24,51 persen secara tahunan.
Praktisi pasar modal William Hartanto berpendapat bahwa IHSG memiliki potensi untuk terus bergerak menguat dalam rentang 8.888-9.000, bahkan tanpa ada sentimen apapun yang membayangi tren tersebut. Ia menyatakan bahwa ini merupakan euforia pelaku pasar terhadap tren IHSG yang telah menguat sepanjang tahun 2025 hingga kemarin.
"Ini sepenuhnya euforia pelaku pasar terhadap tren IHSG yang menguat sepanjang tahun 2025 hingga kemarin," ujar William Hartanto dalam risetnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu ini melanjutkan tren penguatan sepanjang tahun 2025, dengan membuka di level 8.959,09. Hal ini menyebabkan nilai IHSG menguat 25,48 poin atau 0,29 persen dari hari sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Business, total saham yang bergerak di zona hijau mencapai 286 saham, sementara itu ada 202 saham yang mengalami penurunan dan 203 lainnya stagnan. Pasca pembukaan indeks berfluktuasi di level 8.940 hingga sempat mencapai titik tertinggi di level 8.970,87.
Namun, secara harian IHSG telah menguat sebesar 3,71 persen dan secara mingguan sebesar 3,76 persen. Selama enam bulan terakhir, IHSG juga telah mengalami penguatan sebesar 29,64 persen dan 24,51 persen secara tahunan.
Praktisi pasar modal William Hartanto berpendapat bahwa IHSG memiliki potensi untuk terus bergerak menguat dalam rentang 8.888-9.000, bahkan tanpa ada sentimen apapun yang membayangi tren tersebut. Ia menyatakan bahwa ini merupakan euforia pelaku pasar terhadap tren IHSG yang telah menguat sepanjang tahun 2025 hingga kemarin.
"Ini sepenuhnya euforia pelaku pasar terhadap tren IHSG yang menguat sepanjang tahun 2025 hingga kemarin," ujar William Hartanto dalam risetnya.