IHSG mengalami peningkatan yang signifikan pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG mencapai level 8.988,3, meningkat sebesar 37,29 poin atau 0,42 persen dari perdagangan sebelumnya. Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan, dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Jika kita melihat lebih dekat, 330 saham diantara mereka mengalami penguatan, sementara itu 192 saham tercatat turun ke zona merah. Volume transaksi mencapai 3,05 miliar saham, nilai transaksi Rp2,31 triliun, dan frekuensi transaksi mencapai 280 ribu kali.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai kapitalisasi pasar sebesar Rp16,356,07 triliun. Menurut hasil riset PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidatif dalam range support 8950 dan resistance 9080.
Analisis dari Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyatakan bahwa IHSG akan mengalami peningkatan yang lebih signifikan karena investor dan trader mulai melakukan penyesuaian posisi. Dalam kondisi tersebut, peluang pada saham-saham defensif maupun saham yang masih berada dalam tren naik (uptrend) menjadi lebih menarik.
Namun, perlu diingat bahwa manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan di tengah potensi volatilitas pasar.
Jika kita melihat lebih dekat, 330 saham diantara mereka mengalami penguatan, sementara itu 192 saham tercatat turun ke zona merah. Volume transaksi mencapai 3,05 miliar saham, nilai transaksi Rp2,31 triliun, dan frekuensi transaksi mencapai 280 ribu kali.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai kapitalisasi pasar sebesar Rp16,356,07 triliun. Menurut hasil riset PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidatif dalam range support 8950 dan resistance 9080.
Analisis dari Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyatakan bahwa IHSG akan mengalami peningkatan yang lebih signifikan karena investor dan trader mulai melakukan penyesuaian posisi. Dalam kondisi tersebut, peluang pada saham-saham defensif maupun saham yang masih berada dalam tren naik (uptrend) menjadi lebih menarik.
Namun, perlu diingat bahwa manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan di tengah potensi volatilitas pasar.