IHSG melemah kembali menjadi pelukan ke level 8.974,565 di perdagangan Selasa kemarin. Menurut data RTI Business, IHSG turun 0,98 persen atau sebesar 8.8095 poin menginjak level 8.887,239.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh saham-saham yang dibuka menguat, yaitu 151 saham, sementara saham-saham yang dibuka melemah mencapai 415 saham. Di antaranya, beberapa saham besar seperti PLN (Indonesia Power), SMGR (Siloam International Hospitals Group), dan Semen Batur (PT Semen Batur) menutup melemah.
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.873,477 hingga 8.978,841. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16 triliun. Aktivitas perdagangan di bursa cukup aktif dengan 6,717 miliar saham berpindah tangan melalui 482.168 kali transaksi.
Phintraco Sekuritas menyatakan indeks di Wall Street menguat pada perdagangan kemarin. Investor menantikan pertemuan the Fed dan lanjutan earning season dalam tengah ketegangan geopolitik. Menurut mereka, pasar memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemangkasan.
Pasar juga berpantai dengan rilis kinerja laporan keuangan emiten teknologi dan industri lainnya untuk mencari indikasi daya beli konsumen dan kemajuan inisiatif kecerdasan buatan. Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Eropa menguat menjelang earning season, sementara indeks di Asia bergerak variatif.
Kanada menyatakan tidak berniat mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Kanada jika menandatangani kesepakatan perdagangan tersebut. Di sisi lain, PM Jepang memberi sinyal akan bertindak terhadap perdagangan spekulatif yang meningkatkan fluktuasi.
U.S. 10-year Bond Yield turun lebih dari 2 bps ke level 4.215%, menantikan pertemuan the Fed. Harga emas di pasar spot menguat 2,4% ke level US$5.102/troy oz, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.
Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh saham-saham yang dibuka menguat, yaitu 151 saham, sementara saham-saham yang dibuka melemah mencapai 415 saham. Di antaranya, beberapa saham besar seperti PLN (Indonesia Power), SMGR (Siloam International Hospitals Group), dan Semen Batur (PT Semen Batur) menutup melemah.
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.873,477 hingga 8.978,841. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16 triliun. Aktivitas perdagangan di bursa cukup aktif dengan 6,717 miliar saham berpindah tangan melalui 482.168 kali transaksi.
Phintraco Sekuritas menyatakan indeks di Wall Street menguat pada perdagangan kemarin. Investor menantikan pertemuan the Fed dan lanjutan earning season dalam tengah ketegangan geopolitik. Menurut mereka, pasar memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemangkasan.
Pasar juga berpantai dengan rilis kinerja laporan keuangan emiten teknologi dan industri lainnya untuk mencari indikasi daya beli konsumen dan kemajuan inisiatif kecerdasan buatan. Sementara itu, mayoritas indeks di bursa Eropa menguat menjelang earning season, sementara indeks di Asia bergerak variatif.
Kanada menyatakan tidak berniat mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Kanada jika menandatangani kesepakatan perdagangan tersebut. Di sisi lain, PM Jepang memberi sinyal akan bertindak terhadap perdagangan spekulatif yang meningkatkan fluktuasi.
U.S. 10-year Bond Yield turun lebih dari 2 bps ke level 4.215%, menantikan pertemuan the Fed. Harga emas di pasar spot menguat 2,4% ke level US$5.102/troy oz, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.