IHSG Melemah, Euforia Sebelum Pemangkasan Suku Bunga Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dalam perdagangan Selasa. Mungkin saja ini disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang meningkat sebelum Pertemuan Majelis Tetap Federal Amerika Serikat (Fed). Pada perdagangan di bursa, 151 saham bersemangat dengan peningkatan harga, sementara 415 saham melemah. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16,198,146 triliun.
Saat ini IHSG terpantau di rentang harga 8.873 hingga 8.978,841. Aktivitas perdagangan di bursa berjalan aktif dengan sejumlah saham bergerak melalui 482.168 kali transaksi. Nilai jual-beli saham juga meningkat menjadi Rp3,642 triliun.
Dapat diceritakan bahwa beberapa perusahaan teknologi akan memperkirakan laba di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global. Meskipun demikian, keberatan investor tetap ada karena ketidakpastian biaya produksi. Dari data terkini, harga emas menguat 2,4% di pasar spot hingga mencapai US$5,102 per oz troy, mendorong investor mempertimbangkan investasi yang lebih aman.
Sementara itu, Pasar Global Mencegah Kejengkelan Geopolitik, mengatakan bahwa indeks di Wall Street ditutup menguat. Investor kini menantikan apa yang akan disampaikan oleh Fed dalam pertemuan ini untuk mempertimbangkan suku bunga ke depannya dan apakah ada perubahan dari sebelumnya.
Dalam keseluruhan, kenaikan harga emas di pasar spot dan penurunan IHSG mencerminkan keragaman persepsi investor mengenai kemungkinan Fed.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dalam perdagangan Selasa. Mungkin saja ini disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang meningkat sebelum Pertemuan Majelis Tetap Federal Amerika Serikat (Fed). Pada perdagangan di bursa, 151 saham bersemangat dengan peningkatan harga, sementara 415 saham melemah. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16,198,146 triliun.
Saat ini IHSG terpantau di rentang harga 8.873 hingga 8.978,841. Aktivitas perdagangan di bursa berjalan aktif dengan sejumlah saham bergerak melalui 482.168 kali transaksi. Nilai jual-beli saham juga meningkat menjadi Rp3,642 triliun.
Dapat diceritakan bahwa beberapa perusahaan teknologi akan memperkirakan laba di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global. Meskipun demikian, keberatan investor tetap ada karena ketidakpastian biaya produksi. Dari data terkini, harga emas menguat 2,4% di pasar spot hingga mencapai US$5,102 per oz troy, mendorong investor mempertimbangkan investasi yang lebih aman.
Sementara itu, Pasar Global Mencegah Kejengkelan Geopolitik, mengatakan bahwa indeks di Wall Street ditutup menguat. Investor kini menantikan apa yang akan disampaikan oleh Fed dalam pertemuan ini untuk mempertimbangkan suku bunga ke depannya dan apakah ada perubahan dari sebelumnya.
Dalam keseluruhan, kenaikan harga emas di pasar spot dan penurunan IHSG mencerminkan keragaman persepsi investor mengenai kemungkinan Fed.