Perdagangan saham di pasar bursa Indonesia terus meleset, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke level 8.974.565. Sementara itu, nilai jual-beli saham mencapai Rp3.642 triliun.
Dalam perdagangan pertama, IHSG mulai dipekerjakan dengan rentang harga 8.873.477 hingga 8.978.841, namun kemudian terpantau mengalami perubahan ke level yang lebih rendah.
Jumlah saham yang dibuka melemah mencapai 415 saham, sedangkan jumlah saham stagnan atau belum mengalami perubahan mencapai 130 saham. Sementara itu, 151 saham yang dibuka melebar dan menantang, namun tetap belum cukup untuk membalas kenaikan IHSG.
Dari analisis sebelumnya, diperkirakan bahwa investor masih sangat menantikan pertemuan the Fed pekan ini. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di dunia juga memberi dampak pada pasar emiten teknologi, sehingga menjadi poin perhatian para investor.
Perkiraan pasar juga menyatakan bahwa suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya. Dalam hal ini, pasar berharap bahwa Fed tidak akan melakukan keputusan yang berbeda-beda lagi.
Sementara itu, di pasar Eropa dan Asia, mayoritas indeks di bursa tersebut ditutup menguat menjelang earning season. Namun, di pasar Asia, perlu diingat bahwa ketegangan geopolitik masih terasa, sehingga menantang kinerja pasar emiten di bawah perbandingannya.
Dalam keseluruhan, IHSG tetap dalam keadaan yang mempriai berjalan di pasar saham Indonesia.
Dalam perdagangan pertama, IHSG mulai dipekerjakan dengan rentang harga 8.873.477 hingga 8.978.841, namun kemudian terpantau mengalami perubahan ke level yang lebih rendah.
Jumlah saham yang dibuka melemah mencapai 415 saham, sedangkan jumlah saham stagnan atau belum mengalami perubahan mencapai 130 saham. Sementara itu, 151 saham yang dibuka melebar dan menantang, namun tetap belum cukup untuk membalas kenaikan IHSG.
Dari analisis sebelumnya, diperkirakan bahwa investor masih sangat menantikan pertemuan the Fed pekan ini. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di dunia juga memberi dampak pada pasar emiten teknologi, sehingga menjadi poin perhatian para investor.
Perkiraan pasar juga menyatakan bahwa suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya. Dalam hal ini, pasar berharap bahwa Fed tidak akan melakukan keputusan yang berbeda-beda lagi.
Sementara itu, di pasar Eropa dan Asia, mayoritas indeks di bursa tersebut ditutup menguat menjelang earning season. Namun, di pasar Asia, perlu diingat bahwa ketegangan geopolitik masih terasa, sehingga menantang kinerja pasar emiten di bawah perbandingannya.
Dalam keseluruhan, IHSG tetap dalam keadaan yang mempriai berjalan di pasar saham Indonesia.