IHSG mengalami penurunan ekstrem setelah MSCI menetapkan pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia. Bahwa, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 659,01 poin atau 7,34 persen ke level 8.321.218 pada akhir sesi I.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 8.393.514, sempat menyentuh level tertinggi 8.596.172 sebelum terus tertekan hingga mencapai level terendah 8.269.144. Pada pertengahan hari ini, aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan total volume transaksi mencapai Rp42,82 miliar saham dan nilai transaksi Rp30,05 triliun dalam 2,77 juta kali transaksi.
Penurunan ini dilakukan karena kekhawatiran investor global tentang struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran mengenai perilaku perdagangan terkoordinasi yang melemahkan pembentukan harga yang wajar. MSCI juga tidak akan menambahkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak akan memindahkan saham dari segmen small cap ke standard.
Koreksi ini berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut menyusut menjadi Rp15,087,85 triliun. Sebagai informasi, koreksi terjadi setelah MSCI secara resmi mengumumkan pembekuan seluruh penyesuaian indeks saham Indonesia.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 8.393.514, sempat menyentuh level tertinggi 8.596.172 sebelum terus tertekan hingga mencapai level terendah 8.269.144. Pada pertengahan hari ini, aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan total volume transaksi mencapai Rp42,82 miliar saham dan nilai transaksi Rp30,05 triliun dalam 2,77 juta kali transaksi.
Penurunan ini dilakukan karena kekhawatiran investor global tentang struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran mengenai perilaku perdagangan terkoordinasi yang melemahkan pembentukan harga yang wajar. MSCI juga tidak akan menambahkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak akan memindahkan saham dari segmen small cap ke standard.
Koreksi ini berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut menyusut menjadi Rp15,087,85 triliun. Sebagai informasi, koreksi terjadi setelah MSCI secara resmi mengumumkan pembekuan seluruh penyesuaian indeks saham Indonesia.