IKLUSIFITAS Akses Teknologi bagi Penyandang Disabilitas, Prioritasi Media ICT Watch & Meta
Dalam upaya mendorong inklusivitas akses teknologi bagi semua masyarakat, Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menekankan pentingnya menyediakan akses edukasi dan sumber daya untuk penyandang disabilitas. Hal ini juga dijadikan prioritas dalam pelatihan literasi kecerdasan artifisial yang diluncurkan oleh Meta Indonesia.
Pelatihan tersebut, yang diikuti oleh 40 peserta disabilitas netra dan tuli, menampilkan komunitas sebagai pendidik utama. Materi disampaikan langsung oleh teman-teman peserta yang memiliki disabilitas fisik atau cacat penglihatan dan pendengaran.
Menurut Indriyatno, ICT Watch akan terus mendorong inklusivitas dalam program-program literasi digital, termasuk teknologi AI. "Panduan dan modul literasi AI yang kami buat harap dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama teman-teman netra dan tuli," katanya.
Sementara itu, Manager Kebijakan Publik Meta Indonesia, Nadhila Renaldi, menekankan pentingnya proses pelatihan yang dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas disabilitas. "Pihak Meta mendorong demokratisasi teknologi agar semua kalangan dapat menggunakannya," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut juga dihadirkan dokumen Panduan Pelaksanaan Kegiatan Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Netra dan Tuli. Dokumen ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan literasi teknologi bagi penyandang disabilitas.
Dalam upaya mendorong inklusivitas akses teknologi bagi semua masyarakat, Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menekankan pentingnya menyediakan akses edukasi dan sumber daya untuk penyandang disabilitas. Hal ini juga dijadikan prioritas dalam pelatihan literasi kecerdasan artifisial yang diluncurkan oleh Meta Indonesia.
Pelatihan tersebut, yang diikuti oleh 40 peserta disabilitas netra dan tuli, menampilkan komunitas sebagai pendidik utama. Materi disampaikan langsung oleh teman-teman peserta yang memiliki disabilitas fisik atau cacat penglihatan dan pendengaran.
Menurut Indriyatno, ICT Watch akan terus mendorong inklusivitas dalam program-program literasi digital, termasuk teknologi AI. "Panduan dan modul literasi AI yang kami buat harap dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama teman-teman netra dan tuli," katanya.
Sementara itu, Manager Kebijakan Publik Meta Indonesia, Nadhila Renaldi, menekankan pentingnya proses pelatihan yang dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas disabilitas. "Pihak Meta mendorong demokratisasi teknologi agar semua kalangan dapat menggunakannya," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut juga dihadirkan dokumen Panduan Pelaksanaan Kegiatan Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Netra dan Tuli. Dokumen ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan literasi teknologi bagi penyandang disabilitas.