Hutama Karya Mulai Perbaiki 8 Titik Pascabencana di Aceh Tengah, Kualitas Jalan dan Amanat Masyarakat Dijaga
Tegalinggutu, CNN Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) mengawali pekerjaan penanganan permanen di delapan lokasi kerusakan pada ruas jalan Takengon-Kutacane, Aceh Tengah. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya Hutama Karya untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan memperkuat keselamatan akses masyarakat di daerah terdampak bencana.
Diketahui, Hutama Karya akan melaksanakan pekerjaan di 8 jembatan dan 30 titik longsor pada ruas jalan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam waktu 8-9 bulan ke depan.
Penanganan permanen ini akan dilakukan di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Lokasi yang dipilih termasuk Jembatan Mengkudu, Longsoran Ketambe, Kafetinggir, dan tiga lokasi longsor lainnya.
"Dengan penanganan permanen ini, kami berharap dapat meningkatkan keselamatan akses masyarakat di daerah terdampak bencana. Kami juga akan memperkuat struktur jembatan dan jalan agar tidak semakin tergerus oleh arus sungai," kata Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Pekerjaan ini dilaksanakan dengan fokus pada metode perkuatan yang tepat, terutama pada area yang berisiko tinggi akibat gerusan sungai. Di titik Mengkudu, pengalihan akses telah disiapkan melalui jembatan bailey. Sedangkan di titik Ketambe, akan digunakan skema buka-tutup lalu lintas pada waktu tertentu.
Dengan penanganan permanen ini, diharapkan konektivitas wilayah Aceh semakin kuat, akses masyarakat menuju layanan publik menjadi lebih aman, dan aktivitas ekonomi dan logistik dapat berjalan lebih lancar pascapenanganan.
Tegalinggutu, CNN Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) mengawali pekerjaan penanganan permanen di delapan lokasi kerusakan pada ruas jalan Takengon-Kutacane, Aceh Tengah. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya Hutama Karya untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan memperkuat keselamatan akses masyarakat di daerah terdampak bencana.
Diketahui, Hutama Karya akan melaksanakan pekerjaan di 8 jembatan dan 30 titik longsor pada ruas jalan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam waktu 8-9 bulan ke depan.
Penanganan permanen ini akan dilakukan di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Lokasi yang dipilih termasuk Jembatan Mengkudu, Longsoran Ketambe, Kafetinggir, dan tiga lokasi longsor lainnya.
"Dengan penanganan permanen ini, kami berharap dapat meningkatkan keselamatan akses masyarakat di daerah terdampak bencana. Kami juga akan memperkuat struktur jembatan dan jalan agar tidak semakin tergerus oleh arus sungai," kata Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Pekerjaan ini dilaksanakan dengan fokus pada metode perkuatan yang tepat, terutama pada area yang berisiko tinggi akibat gerusan sungai. Di titik Mengkudu, pengalihan akses telah disiapkan melalui jembatan bailey. Sedangkan di titik Ketambe, akan digunakan skema buka-tutup lalu lintas pada waktu tertentu.
Dengan penanganan permanen ini, diharapkan konektivitas wilayah Aceh semakin kuat, akses masyarakat menuju layanan publik menjadi lebih aman, dan aktivitas ekonomi dan logistik dapat berjalan lebih lancar pascapenanganan.