Pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar akan dilaksanakan dengan membangun unit-unitnya dekat sekolah atau ladang pertanian masyarakat. Hal ini diumumkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang berpendapat, hunian tetap harus dekat dengan ekosistem seperti ladang masyarakat, dekat sekolah anak-anaknya, dan sebagainya.
Dalam pernyataannya, Maruarar mengaku bahwa koordinasi antara pihaknya dan kepala daerah setempat dalam proses pembangunan Huntap berjalan dengan baik. Pihaknya siap menyelesaikan tugas membangun Hunian Tetap. Menteri tersebut juga menjelaskan, lokasi pembangunan Hunian Tetap telah dipetakan oleh kementeriannya dan bebas dari risiko banjir atau longsor.
Menurut Maruarar, keberadaan Hunian Tetap ini dianggap aman secara teknis serta tidak memiliki masalah hukum. Dengan adanya hunian tetap yang nyaman dan dekat dengan lingkungan masyarakat, harapan dapat tercapai bahwa warga tersebut bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman setelah menghadapi bencana alam.
Namun perlu diingat, pembangunan Hunian Tetap ini masih merupakan proses yang kompleks dan memerlukan koordinasi yang tepat. Pihaknya harus berusaha mengerjakan proyek ini dengan cepat dan efektif sehingga warga terdampak bencana dapat merasakan manfaat dari keberadaan hunian tetap tersebut.
Dalam pernyataannya, Maruarar mengaku bahwa koordinasi antara pihaknya dan kepala daerah setempat dalam proses pembangunan Huntap berjalan dengan baik. Pihaknya siap menyelesaikan tugas membangun Hunian Tetap. Menteri tersebut juga menjelaskan, lokasi pembangunan Hunian Tetap telah dipetakan oleh kementeriannya dan bebas dari risiko banjir atau longsor.
Menurut Maruarar, keberadaan Hunian Tetap ini dianggap aman secara teknis serta tidak memiliki masalah hukum. Dengan adanya hunian tetap yang nyaman dan dekat dengan lingkungan masyarakat, harapan dapat tercapai bahwa warga tersebut bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman setelah menghadapi bencana alam.
Namun perlu diingat, pembangunan Hunian Tetap ini masih merupakan proses yang kompleks dan memerlukan koordinasi yang tepat. Pihaknya harus berusaha mengerjakan proyek ini dengan cepat dan efektif sehingga warga terdampak bencana dapat merasakan manfaat dari keberadaan hunian tetap tersebut.