Pada pertemuan terakhir di Davos, Menteri Keuangan Kanada Mark Carney membagikan pandangan yang berani terkait dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut menyebabkan keretakan dalam tatanan dunia pasca-perang. Carney juga menegaskan ketidaksetujuannya dengan kebijakan tersebut dan menuduhnya sebagai penyebab utama dari konflik di Rusia-Ukraina.
Namun, apa yang membuat Carney berbicara keras? Pada Senin, ia menerima telepon dari Trump sendiri. Ia menjelaskan bahwa percakapan itu membahas berbagai topik, termasuk isu Ukraina dan Venezuela. Namun, hal ini dibantah oleh pihak Gedung Putih. Mereka menyatakan bahwa Carney meminta maaf atas pernyataannya dan menarik kembali uto-utianya.
Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengkritik keras langkah Kanada dalam meredam tarif minyak kanola. Ia bilang bahwa langkah itu bertentangan dengan kepentingan AS dan menyimpulkan bahwa Carney sedang berusaha untuk memaksakan agenda globalisnya.
Sementara itu, hubungan perdagangan antara Kanada dan Tiongkok semakin panas. Pada akhirnya, Kanada menurunkan tarif minyak kanola sebesar 70 persen dari aslinya dan memberlakukan pajak rendah untuk kendaraan listrik Tiongkok tertentu.
Trump membalas dengan ancaman untuk memberlakukan tarif 100% pada barang-barang Kanada. Namun, Carney menilai hal tersebut sebagai bagian dari strategi negosiasi menjelang pembicaraan USMCA. Ia juga membantah Kanada sedang mengincar kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan Beijing.
Sebagai pernyataan akhir, Carney menyatakan bahwa ia tidak akan menyerah dalam berdiskusi dan penegakan kebijakan-kebijakannya.
Namun, apa yang membuat Carney berbicara keras? Pada Senin, ia menerima telepon dari Trump sendiri. Ia menjelaskan bahwa percakapan itu membahas berbagai topik, termasuk isu Ukraina dan Venezuela. Namun, hal ini dibantah oleh pihak Gedung Putih. Mereka menyatakan bahwa Carney meminta maaf atas pernyataannya dan menarik kembali uto-utianya.
Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengkritik keras langkah Kanada dalam meredam tarif minyak kanola. Ia bilang bahwa langkah itu bertentangan dengan kepentingan AS dan menyimpulkan bahwa Carney sedang berusaha untuk memaksakan agenda globalisnya.
Sementara itu, hubungan perdagangan antara Kanada dan Tiongkok semakin panas. Pada akhirnya, Kanada menurunkan tarif minyak kanola sebesar 70 persen dari aslinya dan memberlakukan pajak rendah untuk kendaraan listrik Tiongkok tertentu.
Trump membalas dengan ancaman untuk memberlakukan tarif 100% pada barang-barang Kanada. Namun, Carney menilai hal tersebut sebagai bagian dari strategi negosiasi menjelang pembicaraan USMCA. Ia juga membantah Kanada sedang mengincar kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan Beijing.
Sebagai pernyataan akhir, Carney menyatakan bahwa ia tidak akan menyerah dalam berdiskusi dan penegakan kebijakan-kebijakannya.