Klaim tautan pendaftaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) 2026 dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) Rp900 ribu ini adalah penipuan palsu. Klaim tersebut menyesatkan warga masyarakat, yang dibagikan di media sosial dan akun Facebook "Info Berita Terkini".
Unggahan tersebut membuat pengunjung diarahkan ke laman pengisian kuesioner dengan logo Kemensos dan meminta nomor Telegram. Namun, tidak ada informasi lengkap tentang alamat atau nomor telepon.
Tautan tersebut berujung pada permintaan data pribadi dari pengguna. Pemilik tautan berujung pada modus penipuan digital yang sering disebut "phishing". Penipu seringkali menyamar sebagai entitas terpercaya dan mengelabui korban untuk memberikan informasi yang sangat sensitif.
Berikut adalah klaim-klaim palsu tersebut dalam detail:
- Tautan yang diunggah dapat berubah menjadi tautan ke laman pengisian kuesioner.
- Pengunjung diminta untuk memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
- Diakhiri dengan pengiriman kode verifikasi 5 digit untuk memberikan data yang sangat sensitif.
Unggahan tersebut membuat pengunjung diarahkan ke laman pengisian kuesioner dengan logo Kemensos dan meminta nomor Telegram. Namun, tidak ada informasi lengkap tentang alamat atau nomor telepon.
Tautan tersebut berujung pada permintaan data pribadi dari pengguna. Pemilik tautan berujung pada modus penipuan digital yang sering disebut "phishing". Penipu seringkali menyamar sebagai entitas terpercaya dan mengelabui korban untuk memberikan informasi yang sangat sensitif.
Berikut adalah klaim-klaim palsu tersebut dalam detail:
- Tautan yang diunggah dapat berubah menjadi tautan ke laman pengisian kuesioner.
- Pengunjung diminta untuk memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
- Diakhiri dengan pengiriman kode verifikasi 5 digit untuk memberikan data yang sangat sensitif.