Pernyataan akhir-akhir yang beredar di media sosial mengklaim bahwa wilayah Natuna Utara dijadikan sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh kepada China. Menurut informasi tersebut, apabila Indonesia gagal membayar utang ini, China akan meminta kompenasi wilayah Natuna Utara.
Klaim serupa juga ditemukan di media lain yang mengklaim bahwa perjanjian antara Jokowi dan Tiongkok telah menyepakati penyerahan wilayah Natuna sebagai jaminan utang. Namun, klaim ini tidak didukung oleh bukti autentik.
Penelusuran kami menemukan bahwa narasi tersebut kemungkinan berasal dari potongan pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Pernyataannya menyebut adanya potensi risiko apabila Indonesia gagal membayar utang kepada Tiongkok, yaitu China mungkin meminta kompenasi wilayah Natuna Utara.
Namun, pernyataan Mahfud tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti adanya perjanjian penyerahan wilayah kedaulatan Indonesia. Pernyataannya sebenarnya merupakan peringatan atas potensi risiko gagal bayar utang dan bukan pengungkapan fakta atau kesepakatan resmi.
Dengan demikian, klaim yang menyebut wilayah Natuna Utara dijadikan sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh kepada China tidak didukung oleh bukti autentik dan cenderung merupakan hasil spekulasi serta salah tafsir pernyataan pejabat.
Klaim serupa juga ditemukan di media lain yang mengklaim bahwa perjanjian antara Jokowi dan Tiongkok telah menyepakati penyerahan wilayah Natuna sebagai jaminan utang. Namun, klaim ini tidak didukung oleh bukti autentik.
Penelusuran kami menemukan bahwa narasi tersebut kemungkinan berasal dari potongan pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Pernyataannya menyebut adanya potensi risiko apabila Indonesia gagal membayar utang kepada Tiongkok, yaitu China mungkin meminta kompenasi wilayah Natuna Utara.
Namun, pernyataan Mahfud tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti adanya perjanjian penyerahan wilayah kedaulatan Indonesia. Pernyataannya sebenarnya merupakan peringatan atas potensi risiko gagal bayar utang dan bukan pengungkapan fakta atau kesepakatan resmi.
Dengan demikian, klaim yang menyebut wilayah Natuna Utara dijadikan sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh kepada China tidak didukung oleh bukti autentik dan cenderung merupakan hasil spekulasi serta salah tafsir pernyataan pejabat.