Banyak klaim mengedar di media sosial yang menyatakan adanya krisis global yang akibatnya listrik akan padam selama 7 hari dan akses internet mati. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook "Tombol Berita Viral" pada Jum'at (16/01/2026). Klaim ini diperkuat dengan adanya foto Komjen Pol Dharma Pongrekun yang mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri karena beberapa negara sudah mengalami krisis tersebut.
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta oleh Tirto, ternyata klaim ini tidak terbukti secara ilmiah. Isu potensi kondisi darurat 7 hari ramai dibicarakan karena pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun yang mengatakan bahwa skenario terburuk dapat terjadi yaitu listrik dan internet padam total, sehingga masyarakat diminta untuk bersiap dengan kebutuhan dasar.
Penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut adalah keliru dan menyesatkan. Tidak ada satupun informasi yang mendukung klaim bahwa krisis global akibat perang AS dan Iran bisa menyebabkan listrik dan internet mati di Indonesia. Sementara itu, pemadaman listrik berlangsung karena adanya ledakan di instalasi distribusi listrik di Marnixstraat, Amsterdam yang menyebabkan sebagian besar Amsterdam mengalami pemadaman listrik.
Pemadaman listrik di Belanda tersebut terjadi pada Rabu (14/01/2026) dan bukan karena konflik antar negara. Pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik.
Sementara itu, pemutusan akses internet juga terjadi di Iran karena krisis energi parah yang melanda negara tersebut. Iran melakukan pemutusan akses internet untuk memutus komunikasi jaringan oposisi luar negeri dan sel teroris.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan listrik akan padam selama 7 hari dan internet mati di Indonesia akibat krisis global perang AS dan Iran tidak terbukti secara ilmiah.
Namun, setelah dilakukan penelusuran fakta oleh Tirto, ternyata klaim ini tidak terbukti secara ilmiah. Isu potensi kondisi darurat 7 hari ramai dibicarakan karena pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun yang mengatakan bahwa skenario terburuk dapat terjadi yaitu listrik dan internet padam total, sehingga masyarakat diminta untuk bersiap dengan kebutuhan dasar.
Penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut adalah keliru dan menyesatkan. Tidak ada satupun informasi yang mendukung klaim bahwa krisis global akibat perang AS dan Iran bisa menyebabkan listrik dan internet mati di Indonesia. Sementara itu, pemadaman listrik berlangsung karena adanya ledakan di instalasi distribusi listrik di Marnixstraat, Amsterdam yang menyebabkan sebagian besar Amsterdam mengalami pemadaman listrik.
Pemadaman listrik di Belanda tersebut terjadi pada Rabu (14/01/2026) dan bukan karena konflik antar negara. Pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik.
Sementara itu, pemutusan akses internet juga terjadi di Iran karena krisis energi parah yang melanda negara tersebut. Iran melakukan pemutusan akses internet untuk memutus komunikasi jaringan oposisi luar negeri dan sel teroris.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan listrik akan padam selama 7 hari dan internet mati di Indonesia akibat krisis global perang AS dan Iran tidak terbukti secara ilmiah.