Pada 9 Januari lalu, video yang mengklaim terdapat demonstrasi di Surabaya dengan menyerukan perdamaian dengan Israel memperbanyak beredar di media sosial Tiktok. Unggahan tersebut disebarkan oleh akun pengunggah yang menggunakan nama “rutdangi2”. Pada video yang beredar, terlihat ribuan umat Islam turun melakukan aksi damai dan salah seorang peserta mengatakan bahwa mereka bawa bendera Israel sebagai tanda ingin damai bukan benci. Namun, setelah dilakukan penelusuran, ternyata kebenaran klaim tersebut jauh dari yang dikaitkan pengunggah.
Pertama-tama, tim penelusuran Tirto membuka akun pengunggah tersebut dan melakukan analisis video yang diunggah. Dari hasil analisis, ditemukan sejumlah indikasi kuat bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi akal imitasi (AI). Misalnya, gerakan bibir yang tidak sinkron dengan ucapan dan orang-orang yang terpasang di atas truk tampak membeku.
Hal ini menunjukkan bahwa konten dalam video tersebut kemungkinan besar diimpor dari sumber lain. Berdasarkan hasil analisis, persentase penggunaan AI pada video tersebut adalah sebesar 85,4 persen.
Selain itu, penelusuran tim juga dilakukan terhadap pemberitaan media arus utama yang menyebutkan bahwa aksi yang pernah terjadi di Surabaya adalah aksi solidaritas dengan Palestina. Misalnya, pada 28 Maret lalu, warga menggelar aksi bela Palestina di Surabaya dan ribuan warga kembali mengikuti aksi serupa pada 19 April lalu.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan terdapat aksi di Surabaya dengan menyerukan perdamaian dengan Israel adalah salah dan menyesatkan. Video tersebut menunjukkan indikasi kuat sebagai konten hasil rekayasa AI.
Pertama-tama, tim penelusuran Tirto membuka akun pengunggah tersebut dan melakukan analisis video yang diunggah. Dari hasil analisis, ditemukan sejumlah indikasi kuat bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi akal imitasi (AI). Misalnya, gerakan bibir yang tidak sinkron dengan ucapan dan orang-orang yang terpasang di atas truk tampak membeku.
Hal ini menunjukkan bahwa konten dalam video tersebut kemungkinan besar diimpor dari sumber lain. Berdasarkan hasil analisis, persentase penggunaan AI pada video tersebut adalah sebesar 85,4 persen.
Selain itu, penelusuran tim juga dilakukan terhadap pemberitaan media arus utama yang menyebutkan bahwa aksi yang pernah terjadi di Surabaya adalah aksi solidaritas dengan Palestina. Misalnya, pada 28 Maret lalu, warga menggelar aksi bela Palestina di Surabaya dan ribuan warga kembali mengikuti aksi serupa pada 19 April lalu.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan terdapat aksi di Surabaya dengan menyerukan perdamaian dengan Israel adalah salah dan menyesatkan. Video tersebut menunjukkan indikasi kuat sebagai konten hasil rekayasa AI.