Klaim bahwa pemerintah Indonesia melalui Kemensos menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 2.000.000.000 untuk umat Kristen dan Katolik, ternyata merupakan hoaks yang sangat menyesatkan. Klaim ini mulai beredar di media sosial Facebook dan telah menyebarluas dengan cepat, bahkan telah mendapatkan 99 tanda suka dan 11 komentar.
Pertama-tama, kami mencoba untuk memverifikasi klaim tersebut dengan menghubungi Kementerian Agama. Kami berhasil mendapatkan klarifikasi dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen yang menyatakan bahwa semua informasi resmi tentang kebijakan dan program Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Selanjutnya, kami mencoba untuk memverifikasi klaim tersebut dengan menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos). Ketika dihubungi, kepala biro humas Kemensos menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama "Bantuan Umat Kristen No Muslim" adalah penipuan dan dimanipulasi oleh AI.
Kami kemudian melakukan pengukuran persentase manipulasi AI dalam video tersebut menggunakan situs Hive Moderation. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan. Kami berharap bahwa informasi ini dapat membantu masyarakat untuk lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
Jika Anda memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, silakan mengirimkannya ke email [email protected].
Pertama-tama, kami mencoba untuk memverifikasi klaim tersebut dengan menghubungi Kementerian Agama. Kami berhasil mendapatkan klarifikasi dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen yang menyatakan bahwa semua informasi resmi tentang kebijakan dan program Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.
Selanjutnya, kami mencoba untuk memverifikasi klaim tersebut dengan menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos). Ketika dihubungi, kepala biro humas Kemensos menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama "Bantuan Umat Kristen No Muslim" adalah penipuan dan dimanipulasi oleh AI.
Kami kemudian melakukan pengukuran persentase manipulasi AI dalam video tersebut menggunakan situs Hive Moderation. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan. Kami berharap bahwa informasi ini dapat membantu masyarakat untuk lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.
Jika Anda memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, silakan mengirimkannya ke email [email protected].