Hoaks Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen Disalurkan Kemensos
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, terdapat klaim bahwa bantuan dana untuk umat Kristen disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Christian Direct Aid Program (DAP) Australia. Klaim tersebut menyebutkan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah dan beredar di akun Facebook bernama "Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik".
Namun, keterangan resmi dari Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Kalimantan Tengah membantah klaim tersebut. Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, atau informasi resmi tentang bantuan dana DAP Australia.
"informasi palsu bantuan dana dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimaskristen Kemenag menyesatkan"
Jelas Jeane Marie Tulung. Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak serta-mudah memercayai informasi yang beredar melalui media sosial.
Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. Menurut Kepala Biro Humas Kemensos, Devi Deliani, klaim tersebut adalah penipuan dan dihasilkan menggunakan teknologi AI.
"Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email [email protected]."
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, terdapat klaim bahwa bantuan dana untuk umat Kristen disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Christian Direct Aid Program (DAP) Australia. Klaim tersebut menyebutkan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah dan beredar di akun Facebook bernama "Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik".
Namun, keterangan resmi dari Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Kalimantan Tengah membantah klaim tersebut. Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, atau informasi resmi tentang bantuan dana DAP Australia.
"informasi palsu bantuan dana dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimaskristen Kemenag menyesatkan"
Jelas Jeane Marie Tulung. Dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak serta-mudah memercayai informasi yang beredar melalui media sosial.
Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. Menurut Kepala Biro Humas Kemensos, Devi Deliani, klaim tersebut adalah penipuan dan dihasilkan menggunakan teknologi AI.
"Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email [email protected]."
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan.