"Anies Baswedan Laporkan Jokowi Soal Ijazah Palsu? Hoaks"
Video yang menunjukkan Anies Baswedan melaporkan Presiden Joko Widodo terkait isu ijazah palsu kembali beredar di media sosial. Namun, setelah periksa fakta, ternyata klaim tersebut tidak benar.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Der Panzer dan menunjukkan kompilasi beberapa potongan video Anies Baswedan yang diambil dari lokasi dan waktu berbeda. Narasi video menggiring penonton pada kesimpulan bahwa Anies telah melaporkan dan mengambil tindakan terkait isu ijazah Presiden Jokowi, dengan alasan sudah muak terhadap polemik yang berkembang.
Namun, periksa fakta Tim Tirto menemukan bahwa potongan video tersebut berasal dari konteks berbeda. Video identik berasal dari pemberitaan BeritaSatu melalui akun YouTube resminya dengan judul "Menteri Anies Baswedan Setuju Pengguna Ijazah Palsu Dihukum", yang diunggah sejak 3 Juni 2015.
Dalam video tersebut, Anies Baswedan menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir untuk memberikan sanksi tegas kepada pengguna ijazah palsu. Anies menegaskan bahwa penggunaan ijazah palsu merupakan tindakan yang merendahkan martabat diri sendiri dan termasuk praktik korupsi.
Sementara itu, potongan video kedua yang digunakan dalam unggahan viral tersebut juga tidak berkaitan dengan klaim yang disampaikan. Potongan video ini berasal dari tayangan program Kick Andy yang diunggah di akun resmi YouTube @Metro TV pada 18 Juni 2023.
Pembahasan dalam program itu mencakup berbagai topik dan isu, antara lain pencalonan Anies sebagai presiden, rekam jejak selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, serta kritik dan pandangannya terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi. Namun, tidak ditemukan pernyataan Anies yang menyebut, menuduh, atau menyatakan telah melaporkan Presiden Jokowi terkait isu ijazah palsu.
Dengan demikian, klaim Anies melaporkan Jokowi terkait isu ijazah palsu merupakan informasi yang tidak benar dan bersifat menyesatkan. Video tersebut merupakan hoaks yang dipercaya oleh banyak orang dan bisa berdampak pada reputasi politik Anies Baswedan.
Video yang menunjukkan Anies Baswedan melaporkan Presiden Joko Widodo terkait isu ijazah palsu kembali beredar di media sosial. Namun, setelah periksa fakta, ternyata klaim tersebut tidak benar.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Der Panzer dan menunjukkan kompilasi beberapa potongan video Anies Baswedan yang diambil dari lokasi dan waktu berbeda. Narasi video menggiring penonton pada kesimpulan bahwa Anies telah melaporkan dan mengambil tindakan terkait isu ijazah Presiden Jokowi, dengan alasan sudah muak terhadap polemik yang berkembang.
Namun, periksa fakta Tim Tirto menemukan bahwa potongan video tersebut berasal dari konteks berbeda. Video identik berasal dari pemberitaan BeritaSatu melalui akun YouTube resminya dengan judul "Menteri Anies Baswedan Setuju Pengguna Ijazah Palsu Dihukum", yang diunggah sejak 3 Juni 2015.
Dalam video tersebut, Anies Baswedan menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir untuk memberikan sanksi tegas kepada pengguna ijazah palsu. Anies menegaskan bahwa penggunaan ijazah palsu merupakan tindakan yang merendahkan martabat diri sendiri dan termasuk praktik korupsi.
Sementara itu, potongan video kedua yang digunakan dalam unggahan viral tersebut juga tidak berkaitan dengan klaim yang disampaikan. Potongan video ini berasal dari tayangan program Kick Andy yang diunggah di akun resmi YouTube @Metro TV pada 18 Juni 2023.
Pembahasan dalam program itu mencakup berbagai topik dan isu, antara lain pencalonan Anies sebagai presiden, rekam jejak selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, serta kritik dan pandangannya terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi. Namun, tidak ditemukan pernyataan Anies yang menyebut, menuduh, atau menyatakan telah melaporkan Presiden Jokowi terkait isu ijazah palsu.
Dengan demikian, klaim Anies melaporkan Jokowi terkait isu ijazah palsu merupakan informasi yang tidak benar dan bersifat menyesatkan. Video tersebut merupakan hoaks yang dipercaya oleh banyak orang dan bisa berdampak pada reputasi politik Anies Baswedan.