Bungkam HM Kunang Membangun Kesan Beliau Tidak Peduli dengan Dugaan Pemberian Uang untuk Eddy Sumarman
Hari ini, penulis baru saja mengunjungi Gedung Merah Putih KPK dan menemukan HM Kunang, ayah Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara, menjadi salah satu tersangka dalam dugaan kasus ijon alias permintaan uang proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Konon, HM Kunang bersama dengan Ade dan satu pihak swasta bernama Sarjan berdua diduga menerima uang untuk proyek tersebut.
Ternyata, saat kami menghampiri HM Kunang, ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penulis dan hanya bungkam. Ia langsung masuk ke mobil tahanan tanpa memberikan jawaban yang signifikan. Ini membuat banyak orang berpikir bahwa HM Kunang benar-benar tidak peduli dengan dugaan pemberian uang kepada mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi (Kajari Bekasi), yaitu Eddy Sumarman.
Namun, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penemeriksaan terhadap HM Kunang hari ini adalah untuk mendalami perannya dalam suap ijon proyek di Bekasi. Ia menambahkan bahwa HM Kunang juga diduga menerima aliran uang dari saudara SRJ (Sarjan) berkaitan dengan proyek-proyek di Bekasi.
Budi juga mengatakan bahwa penyidik tengah mendalami apakah HM Kunang menerima aliran uang lain di luar perkara ini. Ia tidak membantah HM Kunang diperiksa untuk dimintai keterangan terkait para saksi yang dipanggil hari ini.
Selain itu, KPK memanggil tiga orang saksi yaitu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, Aria Dwi Nugraha; Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDIP, Nyumarno; dan seorang PNS bernama Hadi Prabowo. Dari ketiga saksi, hanya Aria yang hadir.
KPK juga telah memeriksa mantan Sekdis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra. Beni diduga telah menerima sejumlah uang dari Ade dan Kunang.
Hari ini, penulis baru saja mengunjungi Gedung Merah Putih KPK dan menemukan HM Kunang, ayah Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara, menjadi salah satu tersangka dalam dugaan kasus ijon alias permintaan uang proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Konon, HM Kunang bersama dengan Ade dan satu pihak swasta bernama Sarjan berdua diduga menerima uang untuk proyek tersebut.
Ternyata, saat kami menghampiri HM Kunang, ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penulis dan hanya bungkam. Ia langsung masuk ke mobil tahanan tanpa memberikan jawaban yang signifikan. Ini membuat banyak orang berpikir bahwa HM Kunang benar-benar tidak peduli dengan dugaan pemberian uang kepada mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi (Kajari Bekasi), yaitu Eddy Sumarman.
Namun, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penemeriksaan terhadap HM Kunang hari ini adalah untuk mendalami perannya dalam suap ijon proyek di Bekasi. Ia menambahkan bahwa HM Kunang juga diduga menerima aliran uang dari saudara SRJ (Sarjan) berkaitan dengan proyek-proyek di Bekasi.
Budi juga mengatakan bahwa penyidik tengah mendalami apakah HM Kunang menerima aliran uang lain di luar perkara ini. Ia tidak membantah HM Kunang diperiksa untuk dimintai keterangan terkait para saksi yang dipanggil hari ini.
Selain itu, KPK memanggil tiga orang saksi yaitu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, Aria Dwi Nugraha; Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDIP, Nyumarno; dan seorang PNS bernama Hadi Prabowo. Dari ketiga saksi, hanya Aria yang hadir.
KPK juga telah memeriksa mantan Sekdis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra. Beni diduga telah menerima sejumlah uang dari Ade dan Kunang.