Pemerintah terus berupaya meningkatkan pasokan protein nasional dengan mengembangkan hilirisasi ayam. Proyek ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan swasembada protein di Indonesia. Namun, pihak berwajib masih memiliki kesadaran bahwa pasokan perlu diperkuat agar lebih seimbang menghadapi lonjakan permintaan.
Menurut Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, pemerintah telah menetapkan beberapa langkah untuk meningkatkan pasokan protein nasional. Salah satunya adalah proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang diresmikan pada 6 Februari ini.
Dalam proyek ini, pembangunan kandang dan ekosistem perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir akan dijalankan secara maksimal untuk meningkatkan produksi daging ayam dan telur. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp 20 triliun untuk proyek ini.
Untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG), pemerintah memerlukan pasokan daging ayam dan telur yang lebih banyak. Kebutuhan tambahan ini ditentukan sebesar 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.
Dalam hal ini, pemerintah juga menyiapkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peternak dan koperasi. Akses ini mencakup Rp 50 triliun untuk mendukung produksi daging ayam dan telur.
Pihak BUMN pangan juga berperan dalam menyerap hasil produksi peternak rakyat dan menjaga keseimbangan pasar. Pada tahap awal, proyek ini akan melibatkan enam titik sebagai fase pertama dari total 30 lokasi pengembangan nasional.
Menurut Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, pemerintah telah menetapkan beberapa langkah untuk meningkatkan pasokan protein nasional. Salah satunya adalah proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang diresmikan pada 6 Februari ini.
Dalam proyek ini, pembangunan kandang dan ekosistem perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir akan dijalankan secara maksimal untuk meningkatkan produksi daging ayam dan telur. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp 20 triliun untuk proyek ini.
Untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG), pemerintah memerlukan pasokan daging ayam dan telur yang lebih banyak. Kebutuhan tambahan ini ditentukan sebesar 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.
Dalam hal ini, pemerintah juga menyiapkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peternak dan koperasi. Akses ini mencakup Rp 50 triliun untuk mendukung produksi daging ayam dan telur.
Pihak BUMN pangan juga berperan dalam menyerap hasil produksi peternak rakyat dan menjaga keseimbangan pasar. Pada tahap awal, proyek ini akan melibatkan enam titik sebagai fase pertama dari total 30 lokasi pengembangan nasional.