Hasil TKA Jeblok, Nalar Siswa & Kualitas Guru Harus Ditingkatkan

Hasil TKA jenjang kelas XII SMA dan sederajat telah dirilis dan mengungkap capaian nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris yang dianggap terlalu rendah. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia 55,38, Matematika 36,10, dan Bahasa Inggris di angka 24,93. Hal ini menunjukkan bahwa siswa SMA dan sederajat Indonesia masih memiliki kesulitan dalam memahami teks dan logika dasar.

Sementara itu, hasil TKA juga menunjukkan bahwa capaian cukup baik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan lebih dari 80 persen siswa berada di kategori baik dan istimewa. Namun, skor Matematika dan Bahasa Inggris didominasi capaian rendah.

Rekaman skor PISA 2022 menunjukkan bahwa performa literasi matematika Indonesia tercatat sangat rendah dengan skor 366 poin di peringkat 69 dari 81 negara peserta. Skor ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata OECD dan tetap berada di bawah rata-rata OECD sejak 2018.

Para narasumber yang kami hubungi mengungkapkan bahwa ada beberapa aspek dalam sistem pendidikan Indonesia yang harus dievaluasi, yaitu kompetensi guru dan kualitas pengajaran. Mereka menyoroti pentingnya meningkatkan kemampuan pedagogik dan didaktika para calon guru selama proses pendidikan di LPTK.

Selain itu, mereka juga mengemukakan bahwa peningkatan kualitas guru harus berkelindan dengan kualitas pengajaran. Guru di Indonesia umumnya masih terbatas mengajarkan keterampilan lower thinking skill seperti menghafal dan menyebutkan ulang, bukan kemampuan analisis, membuat prakiraan, berkreasi, membandingkan, memberikan penilaian, hingga memecahkan masalah.

Mereka juga menekankan bahwa pemerataan infrastruktur pendidikan dan anggaran pendidikan sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Dalam konteks ini, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN harus digunakan untuk membiayai program-program peningkatan mutu dan perbaikan hasil belajar dan capaian akademik para siswa.

Dengan demikian, hasil TKA 2025 dan skor PISA 2022 menjadi bukti bahwa kemampuan akademik dasar pelajar di Indonesia masih sangat rapuh. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kompetensi guru, kualitas pengajaran, dan pemerataan infrastruktur pendidikan agar siswa dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
 
"Keterampilan adalah hak asasi manusia, tidak bisa dibeli atau dimiliki. Kita harus belajar dari ketidaksetaraan ini dan mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan keterampilan para guru agar siswa Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas." πŸ“šπŸ’‘
 
ini hasil TKA 2025 yang ngasih skor rendah, sih... kalo mau jadi pelajar di dunia internasional pasti harus sibuk belajar lebih banyak dan memperbaiki kesalahan ini. tapi juga harus diingat bahwa perubahan ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh guru atau siswa, harusnya ada kerja sama antara pemerintah, pendidikan, dan masyarakat umum juga. misalnya, biaya sekolah harus lebih terjangkau, jadi banyak orang yang bisa masuk ke sekolah, dan guru dijamin mendapatkan upah yang sesuai dengan kompetensinya. itu aja salah satu solusi...
 
Makasih ya pemerintah sudah lama banget ganti program pelajaran... tapi aku masih rasa masih banyak yang harus di perbaiki, mulai dari guru-guru SD hingga SMA. Mereka udah bilang bahwa keterampilan analisis dan logika itu penting banget, tapi aku masih rasa masih banyak siswa yang belum bisa membaca buku atau membuat teks sendiri.

Aku suka soal Matematika yang ada di TKA ini, tapi aku masih rasa masih terlalu fokus pada hafalan, bukan analisis dan logika yang lebih tinggi. Kalau ingin meningkatkan kemampuan siswa, kita harus mulai dari guru-guru yang harus berlatih sendiri, ya...
 
Skor PISA 2022 jadi bukti kalau masih banyak yang salah dengan pendidikan Indonesia πŸ€¦β€β™‚οΈ. Siswa SMA masih nggak bisa memahami teks dan logika dasar, apa lagi nanti jadi profesional? Mereka harus berubah terlebih dahulu sebelum memulai. Dan harus ada pemerataan infrastruktur pendidikan, biar semua siswa bisa mendapatkan pendidikan yang sama πŸ“šπŸ’ͺ
 
ini hasil TKA & PISA 2025 jadi nggak bakar juga sih apa kelemahan kita di bidang pendidikan, tapi kayaknya masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki di sana! πŸ˜’ mulai dari kompetensi guru hingga kualitas pengajaran dan infrastruktur pendidikan πŸ€”. aku rasa pemerataan anggaran pendidikan & peningkatan kemampuan pedagogik para guru adalah hal yang sangat penting nih πŸ“ˆ. apalagi skor PISA 2022 kita masih di bawah rata-rata OECD, jadi perlu diantisipasi dan diatasi dengan cepat 🚨. aku harap pemerintah bisa memperhatikan hal ini & memberikan solusi yang efektif agar siswa Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan berkualitas πŸ‘.
 
Aku rasa masih banyak hal yang harus ditinggalkan oleh para guru Indonesia... πŸ€”β€β™€οΈ Mereka cuma memanggil-manggil aja, tapi gak ada tindakan nyata untuk meningkatkan kemampuan mereka. Siswa SMA dan sederajat ini terus lupa cara meneleh teks, apa lagi di kelas 13? πŸ“šβ€β™‚οΈ Matematika dan Inggris pun udah jadi hal yang asyik. Dan siapa nanti gak ngerti apa itu logika dasar? πŸ€·β€β™‚οΈ Saya rasa pemerintah harus buat program peningkatan mutu pendidikan, tapi kalau tidak, kalau tidak... πŸ€¦β€β™€οΈ
 
πŸ€―πŸ“Š Perlu diingat bahwa skor rata-rata Bahasa Indonesia 55,38 masih rendah! πŸ€• Mungkin karena banyak siswa yang masih belum mampu memahami teks dan logika dasar? πŸ€” Sementara itu, skor Matematika dan Bahasa Inggris di bawah rata-rata OECD sejak 2018... 😱 Masih banyak kesalahan yang harus dilakukan oleh siswa kita! πŸ“ Menurut PISA 2022, peringkat Indonesia di 69 dari 81 negara peserta... 🌎 itu masih jauh dari target kita! πŸ†

Bisa dilihat bahwa kompetensi guru dan kualitas pengajaran menjadi faktor utama yang harus diatasi. πŸ’ͺ Meningkatkan kemampuan pedagogik dan didaktika para calon guru sangat penting! πŸ“š Tapi, tidak cukup dengan itu... perlu juga pemerataan infrastruktur pendidikan dan anggaran pendidikan yang lebih baik! πŸ’Έ Jangan lupa, alokasi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN harus digunakan untuk program-program peningkatan mutu dan perbaikan hasil belajar! πŸ“Š Semoga dengan demikian, siswa kita dapat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas! πŸŽ‰
 
ini gak masuk akal kan? nilai bahasa indonesia 55,38? itu artinya banyak siswa nggak bisa berpikir kritis dan menyusun argumen yang jelas. sementara itu, mata pelajaran matematika masih di tingkat rendah juga. apa lagi skor pisa 2022 ternyata Indonesia di bawah rata-rata OECD? itu berarti banyak siswa kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan logik dan analisis yang tepat. tapi apa yang terjadi, masih banyak guru nggak mau belajar juga? toh sederis kualitas pengajaran dan kompetensi guru harus di perbaiki dulu nih!
 
Sudah waktunya kita perhatin kalau nilai Matematika dan Bahasa Inggris di SMA kok terlalu rendah πŸ€”πŸ“. Saya pikir salah satu masalahnya adalah guru-guru SMP masih kurang fokus pada kemampuan analisis dan logika dasar, bukan hanya sekadar menghafal πŸ“š. Dan gampang banget untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia jika kita mau πŸ’ͺ🏼. Kita harus meningkatkan anggaran pendidikan dan memastikan bahwa guru-guru SMP memiliki kemampuan pedagogik yang baik, terutama dalam mengajar lower thinking skill πŸ“Š. Jangan lupa pemerataan infrastruktur pendidikan juga penting 😊!
 
Skor PISA 2022 ini benar-benar membuat aku ngerasa sedih πŸ€•. Siswa Indonesia masih banyak yang kalah dalam hal literasi matematika. Aku pikir ini karena kurangnya akses ke teknologi dan sumber daya yang cukup untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Selain itu, aku juga pikir ada masalah dengan sistem pendidikan Indonesia sendiri. Guru-ku tidak sering enough berlatih dengan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa merasa bosan dan kurang terinteresasi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Aku harap pemerintah dapat memperhatikan hal ini dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar siswa-siswa kita bisa menjadi lebih kompetitif di masa depan πŸš€
 
kembali
Top