Alwi Farhan berhasil terbangun di atas langkah berkat kemenangan menangkap haknya menghadapi Chi Yu Jen dalam pertandingan semifinal tunggal putra Indonesia Masters 2026. Dalam pertandingan yang memicu perbedaan seumur hidup antara pengatur keputusan dari pengaruh penentuan dan pengumpulan bola, Alwi punya waktu pendek untuk mengukir nama dirinya di acara tahunan ini. Juga, dia berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 21-11 dan 21-12 dalam permainan yang tidak kalah lelah.
Mengingat Alwi hanya butuh waktu 35 menit untuk mendapatkan tiket ke pertandingan final, ini sangat membantu dia untuk terbangun di atas langkah. Tapi ada hal lain yang juga membuatnya punya kemajuan yang luar biasa dalam permainannya.
Alwi mempunyai serangan demi serangan yang memberikan tekanan pada lawannya sehingga dia tidak dapat mengembangkan permainannya hingga akhirnya Alwi menang 21-11. Saat interval set kedua, ada beberapa momen ketegangan yang dimiliki oleh pemain China tapi tidak bisa membuatnya berubah pula.
Juga, saat lawannya mencoba untuk memimpin dalam skor menjadi 5-3 pada set kedua, Alwi punya keunggulan 11-6. Pemain tersebut bisa mengandalkan serangan yang lebih baik dari dirinya dan ini memberikan dia tekanan yang tidak ada jawabnya. Tapi di momen kritis saat di set kedua, permainannya masih berkepanjangan hingga akhirnya Alwi berhasil memenanginya dengan skor 21-12.
Sementara itu, Jafar/Felisha gagal menempati posisi selanjutnya di laga final karena mengalami kekalahan dari Mathias Christiansen/Alexandra Bรธje di semifinal. Mereka hanya bisa mencapai set pertama dengan skor 22-20 hingga kalah dalam set kedua dan set ketiga dengan skor 17-21, 19-21.
Jafar/Felisha menempati posisi terbaik mulai dari awal tapi di set kedua mereka mengalami penurunan ketegangan sehingga membiarkan lawannya untuk kembali ke dalam permainan. Di set ketiga, pemain asal Indonesia tersebut tidak memiliki kemampuan lagi untuk berlawanan dengan lawannya.
Mengingat Alwi hanya butuh waktu 35 menit untuk mendapatkan tiket ke pertandingan final, ini sangat membantu dia untuk terbangun di atas langkah. Tapi ada hal lain yang juga membuatnya punya kemajuan yang luar biasa dalam permainannya.
Alwi mempunyai serangan demi serangan yang memberikan tekanan pada lawannya sehingga dia tidak dapat mengembangkan permainannya hingga akhirnya Alwi menang 21-11. Saat interval set kedua, ada beberapa momen ketegangan yang dimiliki oleh pemain China tapi tidak bisa membuatnya berubah pula.
Juga, saat lawannya mencoba untuk memimpin dalam skor menjadi 5-3 pada set kedua, Alwi punya keunggulan 11-6. Pemain tersebut bisa mengandalkan serangan yang lebih baik dari dirinya dan ini memberikan dia tekanan yang tidak ada jawabnya. Tapi di momen kritis saat di set kedua, permainannya masih berkepanjangan hingga akhirnya Alwi berhasil memenanginya dengan skor 21-12.
Sementara itu, Jafar/Felisha gagal menempati posisi selanjutnya di laga final karena mengalami kekalahan dari Mathias Christiansen/Alexandra Bรธje di semifinal. Mereka hanya bisa mencapai set pertama dengan skor 22-20 hingga kalah dalam set kedua dan set ketiga dengan skor 17-21, 19-21.
Jafar/Felisha menempati posisi terbaik mulai dari awal tapi di set kedua mereka mengalami penurunan ketegangan sehingga membiarkan lawannya untuk kembali ke dalam permainan. Di set ketiga, pemain asal Indonesia tersebut tidak memiliki kemampuan lagi untuk berlawanan dengan lawannya.