Keiko Regine Tampil Enerjik pada Babak Spekta 1 Indonesian Idol 2026
Babak pertama dari ajang Indonesian Idol musim ini, Keiko Regine membawakan lagu energik "Gelora Asmara" yang pernah dipopulerkan oleh Derby Romero. Penampilan Keiko memperoleh standing ovation dari Bunga Citra Lestari (BCL) dan Rossa. Meskipun demikian, tidak ada elemen kejutan dalam penampilannya, namun dia berhasil memenangkan pujian dari juri.
Sementara itu, Niki Becker tampil menarik dengan "Tanpa Cinta" yang pernah dipopulerkan oleh Yovie & Nuno. Penyanyinya diapresiasi oleh Rossa, Maia Estianty, dan Judika, namun tidak ada juri yang melakukan standing ovation.
Selanjutnya, Celyne Grace memukau dengan "Asmalibrasi" (Soegi Bornean), meskipun tidak ada juri yang melakukan standing ovation. Praditya juga tampil menarik dalam mengolah vokal via "Spontan (tanpa) Uhuy!", namun tidak mendapatkan pujian dari dewan juri.
Rio Lahskart hadir dengan "Teganya Kau" (Lyodra Ginting), yang dibawakan dengan teknik yang lengkap. Selanjutnya, Meidra tampil dengan "Bunga Maaf" (The Lantis) dan Keenan membawakan "Kota Ini Tak Sama Tanpamu" (Nadhif Basalamah).
Dandy Panjawi menyuguhkan "Apa Mungkin" (Bernadya), namun kali ini dia tidak sempurna. Maia Estianty menilai sang penyanyi bermasalah soal tempo.
Kontestan berkarakter unik, Arrul Munyenyo hadir dengan "I Love U Bibeh" yang jadi hits The Changcuters. Soleh menilai, Arrul tampil loyo dan tanpa power.
Arrcely, Josh Flo, dan Aruna secara beruntun menyanyikan"Bila Memang Kamu" (Betrand Putra Onsu), "Berharap Pada Timur" (Salma Salsabil), dan "Remaja" (HIVI!). Ketiganya punya catatan khusus dari dewan juri yang menilai baik Arrcelly, Josh Flo, maupun Aruna belumlah maksimal.
Setelah Ecky memukau juri dengan "Tunggu Apa Lagi" (Lailahuta), Ozi Alfauz menyentak lewat "Wajahmu Mengalihkan Duniaku" (Afgan). Penampilan pemungkas pada malam Spekta 15 datang dari Kezi Stephanie yang melantunkan "Dari Mata" (Jaz), membuat Judika, Rossa, dan BCL memberikan standing ovation untuknya.
Sementara itu, Praditya harus tersingkir lebih awal karena posisinya menjadi tiga terbawah. Rio Lahskart dan Dandy Panjawi bisa bertahan ke Top 14, namun tidak demikian dengan Praditya.
Babak pertama dari ajang Indonesian Idol musim ini, Keiko Regine membawakan lagu energik "Gelora Asmara" yang pernah dipopulerkan oleh Derby Romero. Penampilan Keiko memperoleh standing ovation dari Bunga Citra Lestari (BCL) dan Rossa. Meskipun demikian, tidak ada elemen kejutan dalam penampilannya, namun dia berhasil memenangkan pujian dari juri.
Sementara itu, Niki Becker tampil menarik dengan "Tanpa Cinta" yang pernah dipopulerkan oleh Yovie & Nuno. Penyanyinya diapresiasi oleh Rossa, Maia Estianty, dan Judika, namun tidak ada juri yang melakukan standing ovation.
Selanjutnya, Celyne Grace memukau dengan "Asmalibrasi" (Soegi Bornean), meskipun tidak ada juri yang melakukan standing ovation. Praditya juga tampil menarik dalam mengolah vokal via "Spontan (tanpa) Uhuy!", namun tidak mendapatkan pujian dari dewan juri.
Rio Lahskart hadir dengan "Teganya Kau" (Lyodra Ginting), yang dibawakan dengan teknik yang lengkap. Selanjutnya, Meidra tampil dengan "Bunga Maaf" (The Lantis) dan Keenan membawakan "Kota Ini Tak Sama Tanpamu" (Nadhif Basalamah).
Dandy Panjawi menyuguhkan "Apa Mungkin" (Bernadya), namun kali ini dia tidak sempurna. Maia Estianty menilai sang penyanyi bermasalah soal tempo.
Kontestan berkarakter unik, Arrul Munyenyo hadir dengan "I Love U Bibeh" yang jadi hits The Changcuters. Soleh menilai, Arrul tampil loyo dan tanpa power.
Arrcely, Josh Flo, dan Aruna secara beruntun menyanyikan"Bila Memang Kamu" (Betrand Putra Onsu), "Berharap Pada Timur" (Salma Salsabil), dan "Remaja" (HIVI!). Ketiganya punya catatan khusus dari dewan juri yang menilai baik Arrcelly, Josh Flo, maupun Aruna belumlah maksimal.
Setelah Ecky memukau juri dengan "Tunggu Apa Lagi" (Lailahuta), Ozi Alfauz menyentak lewat "Wajahmu Mengalihkan Duniaku" (Afgan). Penampilan pemungkas pada malam Spekta 15 datang dari Kezi Stephanie yang melantunkan "Dari Mata" (Jaz), membuat Judika, Rossa, dan BCL memberikan standing ovation untuknya.
Sementara itu, Praditya harus tersingkir lebih awal karena posisinya menjadi tiga terbawah. Rio Lahskart dan Dandy Panjawi bisa bertahan ke Top 14, namun tidak demikian dengan Praditya.