Hashim Djojohadikusumo dan Northstar Dikabarkan Mau Caplok Emiten UDNG

Berikut adalah parafrasikan artikel tersebut dengan gaya menulis yang sesuai dengan bahasa Indonesia profesional:

Rumor mengenai perusahaan konglomerat Hashim Djojohadikusumo, bersama Northstar Group, terlibat dalam operasi yang dapat berujung pada pengambilalihan saham emiten UDNG sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per lembar telah mengembun di pasar saham.

Kemarin, Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo berhasil menjalin kerja sama strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan Northstar Group untuk membentuk sebuah entitas baru bernama FiberCo yang akan mengoperasikan infrastruktur serat optik dengan nilai sekitar Rp14,6 triliun.

Dalam bentuk operasi ini, Indosat berencana untuk memisahkan hampir seluruh aset fiber optik domestiknya dan kemudian dibawa ke dalam perusahaan baru tersebut. Meski begitu, manajemen Indosat tidak mengungkap informasi lebih lanjut mengenai rencananya.

Menurut analisis pasar, skema yang dilakukan oleh Indosat dapat berujung pada backdoor listing emiten tambak udang UDNG menjadi platform investasi infrastruktur digital baru di Bursa Efek Indonesia.

Pada tahun lalu, saham UDNG tercatat menguat 248,94% dalam waktu 6 bulan. Namun, hingga saat ini manajemen UDNG tetap tidak bercanda tentang pergerakan harga sahamnya.
 
Makanya jadi emiten tambak udang lagi kayak tuh? Udah lama naik tapi tetep tak percaya diri... πŸ€” Rp14,6 triliun itu biar apa sih? Jangan dipindahkan ke FiberCo aja, kalau mau kembangkan lagi pasti harus jelas di mana aja.
 
Kasus ini makin mengejutkan banget, bro 🀯. Kalau aset fiber optik Indosat dibawa ke FiberCo itu nggak akan membuat kompetitor lain kesulitan? Udah aja ada perusahaan lain yang banyak berinvestasi di infrastruktur serat optik seperti PT Telkom dan PLN, jadi kalau FiberCo mau dominasi pasar apa lagi yang mereka capai? πŸ€”
 
Bisakah sih kan? Mereka mau melakukan backdoor listing seperti itu? Udah capek nih sama saham UDNG yang selalu naik turun... di tahun lalu udah naik 248,94% dalam 6 bulan aja! Sekarang lagi ini kembali mengembun. Kira-kira siapa yang akan jadi kaya dengan strategi ini? Perusahaan baru FiberCo ini siap untuk mengambil alih UDNG sama saja...
 
Saya pikir ini sangat serius banget kayaknya! Jika emiten UDNG bisa jadi diatur ulang dengan cara ini, itu berarti mereka ingin membuat UDNG menjadi platform investasi infrastruktur digital baru di Bursa Efek Indonesia. Tapi apa artinya? Udang-tambak ini bakal terus menguntungkan Hashim Djojohadikusumo saja! Saya tidak percaya kayaknya, kalau emiten tersebut bisa jadi diberi kesempatan untuk menanamkan investasi yang lebih baik dan lebih stabil. Tapi mungkin ini semua hanya tentang strategi bisnis yang ingin meningkatkan nilai saham UDNG. Aku nggak tahu apakah ini baik atau buruk, tapi aku nggak suka kalau perusahaan besar seperti ini bisa jadi terlibat dalam sesuatu yang tidak jelas kayak gini... πŸ€”πŸ˜’
 
Maksudnya kalau ada kerja sama strategis seperti ini, pasti ada tandingan yang nantinya akan membuat harga saham emiten tambak udang tersebut menurun ya, karena mungkin kalian tidak bisa mengontrol pasar sendiri lagi. Tapi, masih aja kita harus berharap bahwa FiberCo ini bisa membuat investor lebih stabil dan aman, dan kalau emiten UDNG bisa jadi tidak terlalu dipengaruhi oleh kinerja FiberCo, nanti mungkin bisa bertahan ya 😊
 
Gak kayak gini paham kan? Kalau emiten tambak udang UDNG bisa jadi masuk ke FiberCo dan kemudian jadi platform investasi infrastruktur digital baru di Bursa Efek Indonesia, itu artinya keren banget! Tapi apa yang terjadi dengan aset fiber optik domestik Indosat kalau dia dibawa ke dalam perusahaan baru tersebut? Apakah itu akan membuat harga saham UDNG naik atau turun? Gue rasa penasaran sekali soal ini... πŸ€”πŸ’‘
 
Gue rasa kalau ini gue baca artikl dari tahun 2019 sih πŸ˜… Udang tambak UdNG lagi-lagi terlibat dalam skema investasi yang seru banget. Gue rasa kalau perusahaan-perusahaan besar seperti Indosat dan Northstar Group, mereka punya rencana yang jelas buat mengembangkan infrastruktur serat optik di Indonesia.

Gue pikir udang tambak UdNG, sahamnya lagi-lagi meningkat banget setelah terlibat dalam skema investasi seperti ini. Gue rasa kalau investor-nya harus hati-hati, karena gue punya perasaan bahwa UdNG lagi-lagi akan menjadi salah satu emiten yang paling populer di Bursa Efek Indonesia.

Gue harap kalau skema ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia, yaitu meningkatkan akses internet dan infrastruktur digital di seluruh wilayah. πŸ“ˆπŸŒ
 
Gue pikir ini juga bikin rasa curiga... apakah udah siap kapan ada konsekuensi dari operasi ini? Berarti Indosat mau memindahkan aset fiber optik-nya ke FiberCo, dan kemudian apa? Udah bisa ngetakutin kisruhnya di pasar saham... skema backdoor listing itu bikin rasa was-was. UDNG terus naik 248,94% dalam 6 bulan? ini kayaknya terlalu asyik...
 
aku rasa gak ngerti apa yang terjadi di pasar saham nih... Udang tambak udang sih? πŸŸπŸ˜‚ sepertinya ada plan untuk mengambilalihin saham UDNG, tapi aku kurang paham bagaimana kerjaannya. FiberCo itu kayaknya akan menjadi platform investasi infrastruktur digital baru di Bursa Efek Indonesia, tapi gimana kalau saham UDNG makin naik? πŸ€”πŸ“ˆ sepertinya perlu diawasi lebih dekat nih...
 
Maksudnya apa kalau konglomerat besar seperti Hashim Djojohadikusumo itu bisa memisahkan aset fiber optik Indosat? Apakah itu bukan pula strategi untuk mengelabui investor kecil dan membiarkan mereka tertinggal di belakang. Kalau UDNG ingin jadi platform investasi infrastruktur digital yang serius, apa dia harus bisa menjaga stabilitas harga sahamnya, tapi apakah dia sudah siap untuk menangani tekanan itu?
 
Wah ternyata Indosat udah mulai strategi pembangunan infrastruktur serat optik. Sepertinya bakalan gampang aja sih Untung untuk FiberCo, tapi apa yang bikin aku khawatir nih, apakah perusahaan UDNG udah jelas kalau mana keuntungan dari skema ini bakal bagaimana? Sebagai investor, aku senang banget kalau aku bisa mendapatkan keuntungan dari infrastruktur serat optik, tapi aku juga ingin tahu kalau siap-siap ada risiko apa yang bisa terjadi nanti.
 
aku kira udah siap banget kalau UDNG jadi fiberco πŸ€” sebenarnya itu strategi yang bagus banget ya? tapi apa aja tujuan dari ini, mau diinvestasikan atau dijual lagi? aku pikir harga sahamnya udah terlalu naik banget! Rp4-5 ribu per lembar itu untuk fiberco? πŸ€‘ toh kalau sekarang udah Rp10-15 ribu per lembar ya, tapi aku salahkah?
 
gak percaya kan kalau Indosat punya rencana untuk memisahkan aset fiber optik ke FiberCo! itu artinya siapa tahu mereka bisa mengambil alih UDNG dengan cara backdoor listing... tapi saya masih setia pada UDNG, saya tidak percaya sahamnya akan turun πŸ™…β€β™‚οΈπŸ‘
 
Gue rasa gampang banget sih kalau UDNG masuk ke FiberCo, apa pun itu berarti UDNG akan jadi salah satu pemain utama di pasar serat optik Indonesia. Udah gue lihat pasaran ini, gue pikir ini bakal sangat positif bagi investor, karena fiber optik merupakan teknologi yang sangat penting banget di era digital ini 😊. Tapi, gue juga rasa perlu diwaspadai, karena kalau FiberCo jadi terlalu dominan di pasar ini, maka UDNG mungkin akan kehilangan daya saing πŸ€”.
 
Saya pikir ini bisa jadi strategi yang cerdas banget dari Indosat. Mereka gak nggak bakal masuk ke pasar investasi dengan infrastruktur serat optik, kan? Udah ada beberapa saham lain yang already masuk di pasar itu. Tapi, dengan FiberCo, mereka bisa lebih fokus dan lebih cepat dalam mengembangkan bisnisnya. Dan kalau sekarang UDNG udah naik 248% dari tahun lalu, kayak gini skema ini bisa jadi bakal berujung pada pengambilalihan sahamnya juga πŸ€‘πŸ“ˆ
 
Saya pikir kalau emitenUDNG itu masih banyak yang belum jelas. Mereka bisa jadi mau memanfaatkan skema ini untuk meningkatkan nilai saham, tapi juga bisa jadi ada cara lain yang tidak baik. Saya ingin melihat lebih dekat bagaimana FiberCo akan mengoperasikan infrastruktur serat optik itu. Apakah mereka benar-benar berusaha meningkatkan kualitas layanan atau hanya tujuannya untuk mendapatkan keuntungan? 😐
 
Mungkin gampang banget para ahli saham untuk memprediksi rencana Indosat ini πŸ€‘. Udah terkena bakaran saham banyak yang, tapi apakah ini benar-benar masuk akal? Mau dibawa ke FiberCo ya, dan kemudian dari sana bagaimana caranya UDNG bisa menabung uangnya? πŸ€”. Tapi, gampang ngerasa kalau Indosat ini ingin mengambil alih saham UDNG dengan cara yang tidak jelas, nggak?.
 
Gue pikir kalau udah ada FiberCo ini, pasti gak akan kalah lagi si UDNG. Dulu sahamnya tercatat menguat 248,94% dalam 6 bulan, kan? Jika fiber optiknya dioperasikan oleh FiberCo dan dipisahkan dari Indosat, maka pasti akan meningkatkan nilai saham UDNG. Kalau gak salah, itu artinya udah ada peluang besar untuk backdoor listing emiten tambak udang ini menjadi platform investasi infrastruktur digital baru di Bursa Efek Indonesia πŸ€‘.
 
Wah, kira-kira apa yang bakal terjadi dengar berita ini... Udang tambak siapa tahu nanti jadi investasi yang populer banget di Bursa πŸ€”πŸ“ˆ Udang UDNG sekarang jadi giliran sih. Tapi, aku pikir skema ini tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pasar ya... 6 bulan lalu harga sahamnya naik 248,94% tapi kini hingga saat ini apa aja yang terjadi? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
kembali
Top