Thomas Djiwandono, keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, telah terilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 melalui rapat paripurna ke-12 DPR pada Selasa (27/1/2026). Rapat ini dihadiri oleh 339 dari 580 anggota legislatif. Sebelumnya, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan dan menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri.
Thomas dipilih karena dinilai memiliki akseptabilitas politik tinggi. Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Pemilihan ini didasarkan pada pemaparan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan pada Jumat (23/1) lalu.
Ternyata Thomas adalah miliarder dengan total kekayaannya mencapai Rp74,497,761,234. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir menunjukkan bahwa aset-aset milik Thomas sangat variatif, termasuk tanah dan bangunan, mobil, harta bergerak, dan surat berharga.
Thomas sendiri berasal dari keluarga kaya. Ia merupakan anak pejabat dan trah Djojohadikusumo yang mengalir dari sisi ibu yakni Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo. Ayahnya, Joseph Sudrajad Djiwandono, adalah sosok yang menjabat Gubernur BI pada tahun 1993-1998 dan sempat diberhentikan sebagai Gubernur BI oleh Soeharto pada Februari 1998.
Thomas dipilih karena dinilai memiliki akseptabilitas politik tinggi. Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Pemilihan ini didasarkan pada pemaparan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan pada Jumat (23/1) lalu.
Ternyata Thomas adalah miliarder dengan total kekayaannya mencapai Rp74,497,761,234. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir menunjukkan bahwa aset-aset milik Thomas sangat variatif, termasuk tanah dan bangunan, mobil, harta bergerak, dan surat berharga.
Thomas sendiri berasal dari keluarga kaya. Ia merupakan anak pejabat dan trah Djojohadikusumo yang mengalir dari sisi ibu yakni Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo. Ayahnya, Joseph Sudrajad Djiwandono, adalah sosok yang menjabat Gubernur BI pada tahun 1993-1998 dan sempat diberhentikan sebagai Gubernur BI oleh Soeharto pada Februari 1998.