Hari Pertama MBG 2026, Kepala BGN Tinjau SDN 01 Cilincing
Kemarin (8/1/2026), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengunjungi SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara untuk meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan pada hari ini. Dalam kunjungannya, Dadan juga memberikan saouvenir berupa tas dengan isi topi, alat tulis, dan botol minum kepada murid-murid.
Menurut Dadan, pelaksanaan MBG ini serentak pertama kali dilaksanakan pada periode 2026. "Alhamdulillah hari ini tanggal 8 Januari 2026 adalah hari pertama program Makan Gigi untuk permulaan tahun 2026. Alhamdulillah program Makan Bergizi ini sudah berlangsung selama satu tahun," ucap Dadan.
Dadan juga menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG dilakukan serentak oleh 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, dengan total penerima manfaatnya telah mencapai 55,1 juta orang.
Selain itu, Dadan juga memberikan stimulus kepada para murid untuk menghabiskan sayur dengan memberi uang Rp50 ribu. "Saya seringkali kalau berkunjung itu ingin melihat seberapa besar anak yang suka sayur, jadi kita kasih reward lah bukan bagi-bagi, tapi bagi mereka yang suka sayur dan ingin termotivasi untuk mengkonsumsi sayur kita beri reward, lah, supaya yang lainnya termotivasi agar makanan yang sudah kita berikan termasuk serat itu harus dikonsumsi oleh anak-anak," ungkap Dadan.
Dalam pemenuhan gizi ini memang disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak, termasuk pengecualian karena alergi dan pantangannya. Sejumlah anak yang tidak bisa mengkonsumsi telur akan dialihkan ke protein lain, bahkan apabila ada kebiasaan tak memakan nasi juga dialihkan ke karbohidrat lainnya.
Dalam peninjauan ini, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga mengapresiasi pelaksanaan MBG setelah satu tahun. Dia mengakui bahwa program ini adalah kerja berat yang perlu pengawasan setiap jamnya.
Kemarin (8/1/2026), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengunjungi SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara untuk meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan pada hari ini. Dalam kunjungannya, Dadan juga memberikan saouvenir berupa tas dengan isi topi, alat tulis, dan botol minum kepada murid-murid.
Menurut Dadan, pelaksanaan MBG ini serentak pertama kali dilaksanakan pada periode 2026. "Alhamdulillah hari ini tanggal 8 Januari 2026 adalah hari pertama program Makan Gigi untuk permulaan tahun 2026. Alhamdulillah program Makan Bergizi ini sudah berlangsung selama satu tahun," ucap Dadan.
Dadan juga menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG dilakukan serentak oleh 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, dengan total penerima manfaatnya telah mencapai 55,1 juta orang.
Selain itu, Dadan juga memberikan stimulus kepada para murid untuk menghabiskan sayur dengan memberi uang Rp50 ribu. "Saya seringkali kalau berkunjung itu ingin melihat seberapa besar anak yang suka sayur, jadi kita kasih reward lah bukan bagi-bagi, tapi bagi mereka yang suka sayur dan ingin termotivasi untuk mengkonsumsi sayur kita beri reward, lah, supaya yang lainnya termotivasi agar makanan yang sudah kita berikan termasuk serat itu harus dikonsumsi oleh anak-anak," ungkap Dadan.
Dalam pemenuhan gizi ini memang disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak, termasuk pengecualian karena alergi dan pantangannya. Sejumlah anak yang tidak bisa mengkonsumsi telur akan dialihkan ke protein lain, bahkan apabila ada kebiasaan tak memakan nasi juga dialihkan ke karbohidrat lainnya.
Dalam peninjauan ini, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga mengapresiasi pelaksanaan MBG setelah satu tahun. Dia mengakui bahwa program ini adalah kerja berat yang perlu pengawasan setiap jamnya.