Hari Pertama MBG 2026, Kepala BGN Tinjau SDN 01 Cilincing

Kalo program ini gak berarti yang salah apa? Bayar pulang 50k buat makan sayur aja? Sepertinya itu cara penasaran juga sih, tapi bagaimana kalau anak-anak gak suka sayur? Mereka udah punya alasan klo kan, alergi dan pantangan. Jadi, bayar pulang dulu sebelum kalian bikin program yang gak berarti sih?
 
aku penasaran kenapa harus memberi uang Rp50 ribu untuk anak kalau mau makan sayur? aku rasa gak cukup nih... saya pikir keren banget program ini tapi kira-kira perlu review lagi ya... sih, apakah ada program seperti ini di daerah kamu? aku juga penasaran kenapa tidak ada murid yang alergi atau pantangannya... apa itu sebenarnya? 🤔👀
 
Aku penasaran kenapa program ini masih terus dijalankan meskipun sudah ada banyak pilihan sayur yang bisa dimakan oleh anak-anak. Aku rasa biar lebih baik lagi jika disertai dengan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, aku juga suka jika mereka memberikan pilihan sayur yang segar dan lezat, bukan cuma telur aja 😊
 
[ GIF: anak-anak makan sayur dengan senyum bahagia ]

kamu nggak percaya sih kalau gizi gratis sudah berlangsung 1 tahun? 🤯[icon: clock]

pasti seru deh sih memberikan reward Rp50 ribu buat murid-murid yang suka sayur 😂[ GIF: uang tunai dan senyum bahagia ]

tapi nggak salah sih kalau gizi gratis masih banyak kekurangan, bisa coba tambahkan lebih banyak fasilitas seperti kamar mandi atau air minum untuk di daerah yang kurang akses 👍
 
Program Makan Bergizi Gratis itu agak khas kan? Sepertinya gampang sekali orang tua sibuk dengan kegiatan lain dan tidak mau biarkan anak mereka makan sayur. Nah, jangan salah, saya tidak bermaksud mengkritik orang tua yang ingin memberikan terobosan terbaik untuk anak-anaknya. Tapi, apakah kita harus memperdaya mereka dengan beri uang Rp50 ribu jika mereka hanya bisa makan telur? Ataukah itu cara yang tepat?

Saya pikir pula tentang perubahan pola konsumsi sayur di kalangan anak-anak ini. Sebenarnya, apa yang mereka butuhkan adalah edukasi tentang pentingnya sayur dan buah-buahan, bukan budi untuk makan sayuran hanya karena ada reward.

Dan, saya rasa program ini perlu dilakukan secara lebih terstruktur dan lebih efektif. Maka dari itu, saya sarankan kita melakukan penelitian yang lebih dalam tentang pola konsumsi sayur anak-anak di Indonesia.
 
kembali
Top