Dalam hari pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana meninjau pelaksanaan di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Serentak di seluruh Indonesia 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan penyaluran MBG untuk 55,1 juta orang.
Dalam peninjauannya di SDN tersebut, Dadan juga memberikan saouvenir berupa tas dengan isi topi, alat tulis dan botol minum kepada murid-murid. Selain itu, dia juga menstimulus para murid untuk menghabiskan sayur dengan memberi uang Rp50 ribu.
Dalam pemenuhan gizi ini disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak, termasuk pengecualian karena alergi dan pantangannya. Sejumlah anak yang tidak bisa mengkonsumsi telur akan dialihkan ke protein lainnya bahkan apabila ada kebiasaan tak memakan nasi juga dialihkan ke karbohidrat lainnya.
Menurut Dadan, pada tahun ini pihaknya menargetkan<em> zero accident</em>di seluruh SPPG. Hal ini ditargetkan sebagai evaluasi dari adanya 250 kejadian sepanjang 2025.
Dalam peninjauannya di SDN tersebut, Dadan juga memberikan saouvenir berupa tas dengan isi topi, alat tulis dan botol minum kepada murid-murid. Selain itu, dia juga menstimulus para murid untuk menghabiskan sayur dengan memberi uang Rp50 ribu.
Dalam pemenuhan gizi ini disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak, termasuk pengecualian karena alergi dan pantangannya. Sejumlah anak yang tidak bisa mengkonsumsi telur akan dialihkan ke protein lainnya bahkan apabila ada kebiasaan tak memakan nasi juga dialihkan ke karbohidrat lainnya.
Menurut Dadan, pada tahun ini pihaknya menargetkan<em> zero accident</em>di seluruh SPPG. Hal ini ditargetkan sebagai evaluasi dari adanya 250 kejadian sepanjang 2025.