Harga nikel Indonesia mengalami koreksi tajam dalam satu hari perdagangan, menurut data Bursa Logam London (LME). Koreksi ini mencapai 10,5 persen dan membawa harga nikel menurun menjadi sekitar 18.800 dolar AS per ton.
Sebelumnya, harga nikel di LME telah mencapai level tertinggi dalam 19 bulan. Namun, koreksi hari ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk risiko gangguan pasokan dari Indonesia yang merupakan produsen terbesar dunia.
Menurut laporan Bloomberg, peningkatan permintaan nikel pig iron di Cina juga menjadi pemicu utama koreksi harga. Gelombang investasi di pasar logam domestik Cina turut mempengaruhi trend harga nikel.
Analisis dari Mysteel Global menunjukkan bahwa penurunan harga nikel adalah aksi ambil untung setelah kenaikan pesat. "Pasar nikel masih dalam kondisi surplus", kata Fan Jianyuan, analis yang menyebutkan bahwa arus masuk modal finansial menjadi penyebab utama penurunan harga.
Koreksi ini berdampak pada beberapa logam dasar lainnya, termasuk tembaga, aluminium, seng, dan timbal. Harga tembaga di LME turun 0,8 persen menjadi sekitar 18.370 dolar AS per ton, sementara harga aluminium juga mengalami koreksi serupa.
Kenaikan nikel di awal tahun ini ditandai oleh LMEX Index yang mencapai level tertinggi sejak 2022. Namun, penurunan hari ini membawa harga back to normal.
Sebelumnya, harga nikel di LME telah mencapai level tertinggi dalam 19 bulan. Namun, koreksi hari ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk risiko gangguan pasokan dari Indonesia yang merupakan produsen terbesar dunia.
Menurut laporan Bloomberg, peningkatan permintaan nikel pig iron di Cina juga menjadi pemicu utama koreksi harga. Gelombang investasi di pasar logam domestik Cina turut mempengaruhi trend harga nikel.
Analisis dari Mysteel Global menunjukkan bahwa penurunan harga nikel adalah aksi ambil untung setelah kenaikan pesat. "Pasar nikel masih dalam kondisi surplus", kata Fan Jianyuan, analis yang menyebutkan bahwa arus masuk modal finansial menjadi penyebab utama penurunan harga.
Koreksi ini berdampak pada beberapa logam dasar lainnya, termasuk tembaga, aluminium, seng, dan timbal. Harga tembaga di LME turun 0,8 persen menjadi sekitar 18.370 dolar AS per ton, sementara harga aluminium juga mengalami koreksi serupa.
Kenaikan nikel di awal tahun ini ditandai oleh LMEX Index yang mencapai level tertinggi sejak 2022. Namun, penurunan hari ini membawa harga back to normal.