Harga nikel Indonesia mengalami penurunan tajam 10,5 persen dalam satu hari perdagangan, menghentikan sementara reli berkelanjutan yang mengerek harga logam dasar itu sepanjang awal 2026. Penurunan ini didorong oleh risiko gangguan pasokan dari Indonesia, produsen terbesar dunia, dan rencana pemerintah untuk menurunkan produksi nikel tahun ini.
Koreksi harga nikel mengingatkan kita pada perubahan arus masuk modal finansial yang mengakibatkan penurunan harga. Sebagai analis dari Mysteel Global, Fan Jianyuan menyatakan bahwa penurunan harga disebabkan oleh "arus masuk modal finansial" dan menambahkan bahwa pasar nikel masih dalam kondisi surplus.
Namun, tren harga nikel yang meningkat pada awal 2026 sebenarnya adalah aksi ambil untung. Setelah kenaikan pesat, penurunan ini dapat menjadi bentuk "ambil untung" yang mengakibatkan harga menurun. Menurut Fan, hal ini terjadi karena arus masuk modal finansial yang mengatur kembali harga logam dasar.
Penurunan harga nikel ini juga didorong oleh gelombang investasi di pasar logam domestik Cina dan rencana pemerintah untuk menurunkan produksi nikel tahun ini. Selain itu, kebijakan penerapan denda besar bagi penambang yang melanggar izin kehutanan juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga.
Gelombang investasi di pasar logam domestik Cina dan perubahan arus masuk modal finansial akhirnya mengakibatkan penurunan harga nikel. Menurut laporan dari Mysteel Global, harga nikel turun 0,8 persen menjadi 18.370 dolar AS per ton pada perdagangan Rabu (5/2/2026) pukul 13.55 waktu Shanghai.
Namun, walaupun penurunan harga nikel terjadi, pasar logam dasar masih dalam kondisi surplus. Menurut Fan, secara fundamental, pasar nikel masih dalam kondisi surplus dan logam dasar mencatat awal tahun yang kuat dengan LMEX Index yang melacak enam logam utama di London mencapai level tertinggi sejak 2022.
Dalam situasi ini, kita perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi harga nikel dan perubahan arus masuk modal finansial. Dengan memahami tren harga nikel yang meningkat pada awal 2026, kita dapat memprediksi apakah harga akan melanjutkan kenaikan atau menurun lagi.
Koreksi harga nikel mengingatkan kita pada perubahan arus masuk modal finansial yang mengakibatkan penurunan harga. Sebagai analis dari Mysteel Global, Fan Jianyuan menyatakan bahwa penurunan harga disebabkan oleh "arus masuk modal finansial" dan menambahkan bahwa pasar nikel masih dalam kondisi surplus.
Namun, tren harga nikel yang meningkat pada awal 2026 sebenarnya adalah aksi ambil untung. Setelah kenaikan pesat, penurunan ini dapat menjadi bentuk "ambil untung" yang mengakibatkan harga menurun. Menurut Fan, hal ini terjadi karena arus masuk modal finansial yang mengatur kembali harga logam dasar.
Penurunan harga nikel ini juga didorong oleh gelombang investasi di pasar logam domestik Cina dan rencana pemerintah untuk menurunkan produksi nikel tahun ini. Selain itu, kebijakan penerapan denda besar bagi penambang yang melanggar izin kehutanan juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga.
Gelombang investasi di pasar logam domestik Cina dan perubahan arus masuk modal finansial akhirnya mengakibatkan penurunan harga nikel. Menurut laporan dari Mysteel Global, harga nikel turun 0,8 persen menjadi 18.370 dolar AS per ton pada perdagangan Rabu (5/2/2026) pukul 13.55 waktu Shanghai.
Namun, walaupun penurunan harga nikel terjadi, pasar logam dasar masih dalam kondisi surplus. Menurut Fan, secara fundamental, pasar nikel masih dalam kondisi surplus dan logam dasar mencatat awal tahun yang kuat dengan LMEX Index yang melacak enam logam utama di London mencapai level tertinggi sejak 2022.
Dalam situasi ini, kita perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi harga nikel dan perubahan arus masuk modal finansial. Dengan memahami tren harga nikel yang meningkat pada awal 2026, kita dapat memprediksi apakah harga akan melanjutkan kenaikan atau menurun lagi.