Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pola pergerakan saham yang tidak wajar, termasuk empat saham yaitu DGNS, EURO, VISI, dan BELL. Pola ini dilakukan untuk melindungi investor, terutama pemegang saham ketiga emiten tersebut.
Menurut informasi keterbukaan BEI, empat saham tersebut bergerak di luar kebiasaan dan memerlukan perhatian investor. "Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI.
Saham DGNS, yaitu perusahaan jasa laboratorium ini, telah bergerak naik 6,25% ke harga Rp272 per saham pada perdagangan lalu. Selama satu bulan, sahamnya telah naik 34,65%, dan dalam tahun ini, sahamnya telah naik 46,24%.
Saham EURO, yaitu produsen kosmetik, telah bergerak naik 9,24% di level Rp650. Saat ini, sahamnya terpantau naik 150% dalam periode bulanan dan telah naik 127,27% selama tahun ini.
Saham VISI juga dipelototi BEI karena transaksinya yang tidak wajar. Sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum pada 14 Januari 2026. Saat ini, sahamnya telah bergerak naik 24,81% di level Rp322 per saham.
Saham BELL juga menarik perhatian BEI karena transaksinya yang tidak wajar. Emiten ini terakhir melaporkan keterbukaan informasi pada tanggal 8 Januari 2026 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek. Saat ini, sahamnya telah bergerak naik 34,15% dan telah naik sebesar 54,93% dalam periode sebulan dan 59,42% dalam tahun ini.
Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Menurut informasi keterbukaan BEI, empat saham tersebut bergerak di luar kebiasaan dan memerlukan perhatian investor. "Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI.
Saham DGNS, yaitu perusahaan jasa laboratorium ini, telah bergerak naik 6,25% ke harga Rp272 per saham pada perdagangan lalu. Selama satu bulan, sahamnya telah naik 34,65%, dan dalam tahun ini, sahamnya telah naik 46,24%.
Saham EURO, yaitu produsen kosmetik, telah bergerak naik 9,24% di level Rp650. Saat ini, sahamnya terpantau naik 150% dalam periode bulanan dan telah naik 127,27% selama tahun ini.
Saham VISI juga dipelototi BEI karena transaksinya yang tidak wajar. Sebelumnya, perseroan telah mempublikasikan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum pada 14 Januari 2026. Saat ini, sahamnya telah bergerak naik 24,81% di level Rp322 per saham.
Saham BELL juga menarik perhatian BEI karena transaksinya yang tidak wajar. Emiten ini terakhir melaporkan keterbukaan informasi pada tanggal 8 Januari 2026 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek. Saat ini, sahamnya telah bergerak naik 34,15% dan telah naik sebesar 54,93% dalam periode sebulan dan 59,42% dalam tahun ini.
Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.