Harga Komoditas Unggulan RI Anjlok, Mendag Akui Ekspor Tertekan

Harga komoditas unggulan Indonesia kembali menurun sepanjang 2025, memberikan dampak besar pada kinerja ekspor dan neraca perdagangan. Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, penurunan harga mencapai dua digit untuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan batu bara. CPO turun 16,2 persen, sementara batubara turun 19,7 persen.

Penurunan ini juga terjadi pada komoditas lain seperti brent crude oil (-16,8 persen), WTI crude oil (-18 persen), dan nikel (-9,4 persen). Namun, harga emas meningkat signifikan sebesar 61,6 persen. Mendag Budi menyatakan bahwa kinerja ekspor nasional mencapai 282,91 miliar dolar AS, atau tumbuh 6,15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Dalam kondisi ini, surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat 31,03 persen dan mencatat sebesar 41,05 miliar dolar AS. Surplus tersebut telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut. Mendag Budi menyoroti bahwa kinerja ekspor non-migas mencapai 7,66 persen.

Meski penurunan harga komoditas unggulan mengakibatkan dampak pada kinerja ekspor dan neraca perdagangan, Mendag Budi tetap optimis. Dia menyatakan bahwa mudah-mudahan dalam kondisi apapun di pasar global Indonesia dapat terus meningkatkan ekspornya.
 
Gue pikir ini kaget banget! Harga komoditas unggulan gak bisa jadi 16,2% turun untuk CPO dan 19,7% untuk batu bara. Ini artinya kita harus beradaptasi dengan pasar global yang tidak stabil. Gue harap nanti kita bisa meningkatkan ekspor dan neraca perdagangan kita. Tapi, apa yang perlu dihati adalah surpluse neraca perdagangan kita gak akan berlangsung selamanya aja... πŸ˜•
 
Harga komoditas unggulan Indonesia kembali menurun... kalau ini terjadi, berarti investor-nya mulai kehilangan harapan untuk mendapatkan keuntungan dari CPO dan batubara... tapi emas masih mengalami lonjakan? Itu juga bisa jadi karena investor-nya mulai mencari opsi yang lebih aman di masa depan... kalau benar-benar ingin meningkatkan ekspornya, Mendag Budi harus mempertimbangkan untuk meningkatkan kualitas produk kita dan menurunkan harga jasa import... tapi itu tidak mudah dilakukan, karena banyak faktor yang mempengaruhi keputusan investor. πŸ€”
 
Maaaf, bro! Harga komoditas kita malu-malu turun, tapi jangan khawatir, ini bukan berarti kita tidak bisa naikin perekonomian kita. Yang penting adalah kita tetap fokus pada pengembangan pariwisata dan industri lainnya yang tidak tergantung pada harga komoditas. Kita bisa jadi lebih kreatif dalam mencari pasar baru dan meningkatkan produk-produk kita. 😊πŸ’ͺ
 
πŸ€” Nah kalau harga komoditas kita turun begitu banyak, kinerja ekspor dan neraca perdagangan gak bisa dipikirin lagi. Minyak kelapa sawit mentah dan batu bara turun 16,2% dan 19,7% respectively, itu makin besar lagi surplus neraca perdagangan kita. Tapi kalau harga emas naik begitu tinggi, kayaknya Indonesia gak terlalu kehilangan banyak. Nah, Mendag Budi masih Optimis banget, tapi aku rasa penurunan harga komoditas ini harus diperhatikan lebih dekat. Kita harus siap dengan dampaknya dan cari cara untuk meningkatkan ekspor kita lagi 😊
 
Ughhh... ini penurunan harga komoditas lagi... 😩 bagaimana caranya kita bisa menghasilkan uang dengan tidak ada komoditas unggulan yang stabil? πŸ€¦β€β™‚οΈ CPO dan batu bara yang turun begitu saja... ini gak bagus sama sekali! πŸ’” Aku harap Mendag Budi bisa menemukan solusi untuk meningkatkan ekspornya, tapi sekarang aku hanya bisa menunggu dengan penasaran... πŸ€”
 
Maksudnya, kalau harga komoditas kita turun, aja ekspor kita juga turun ya... tapi nggak apa-apa, karena masih bisa bertahan. Saya pikir harga emas yang naik ini penting banget, mungkin kan? Dan kinerja ekspor kita masih cukup baik, 6,15 persen ya... tapi perlu diawasi, gara-gara ada komoditas lain yang turun, seperti minyak kelapa sawit mentah dan batu bara. Saya rasa Mendag Budi sudah benar-benar optimis, dia bilang bahwa ekspor kita bisa terus meningkatkan... tapi saya masih ragu-ragu, gara-gara pasar globalnya sangat tidak stabil. πŸ€”πŸ“‰
 
πŸŒ±πŸ‘ Nah, penurunan harga komoditas unggulan Indonesia ini gini, kalau minyak kelapa sawit mentah turun 16,2 persen itu berarti harga di pasar global sedang naik kece. Tapi kita harus senang juga karena surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat 31,03 persen! 🀩 Artinya, kita sudah bisa menjual barang-barang kita di luar negeri lebih banyak. Dan menurut Mendag Budi, ekspornya non-migas masih bisa tumbuh 7,66 persen. 😊 Jadi, jangan khawatir kan, ini gini kondisi pasar global yang sedang berubah-ubah, tapi Indonesia tetap bisa menjaga posisinya dengan baik! πŸ’ͺ
 
haha ini gampang banget! harga komoditas Indonesia turun lagi waaa πŸ€¦β€β™‚οΈ, tapi aku masih percaya pemerintah kita bisa mengatur hal ini agar tidak membawa dampak yang besar pada ekonomi. aku yakin kerja sama antara perusahaan dan pemerintah akan menciptakan solusi untuk meningkatkan ekspor Indonesia. dan waaa, emasnya lagi naik πŸ˜†, aku senang banget! tapi apa yang penting itu, kinerja ekspor nasional masih bisa tumbuh 6,15 persen, itu juga buat kita bangga, kan? πŸ™Œ
 
omg, kan? harga komoditas unggulan kita turun gue penasaran lagi apa aja yang membuatnya turun sepeleee πŸ€”. cpo dan batubara turun 16,2% dan 19,7% respectivelly waduh sih πŸ€‘. tapi emas kaya gitu πŸ€‘ tinggi 61,6 persen. siapa nih yang bisa ngatur harga emas ya? πŸ˜‚.

sudah kapan ini surpluss neraca perdagangan kita gue penasaran lagi apakah ini akan berlanjut atau apa aja yang harus diubah πŸ‘€. tapi Mendag Budi sambil2 optimis kayaknya 🀞. kan gak ada masalah apa juga terus meningkatkan ekspornya 😊.
 
kembali
Top