Perdagangan Emas Terjun, Bangkit Lagi, Tanda Apa?
Harga emas dunia sempat terjun ke level US$5.100 per troy ons sebelum kembali bangkit dan menempati posisi tertinggi di pasar spot. Investor kompak pun mengambil keuntungan dari keadaan ini.
Dalam perdagangan Kamis (29/1/2026), harga emas dunia turun 0,08% menjadi US$5.394,88 per troy ons sebelum kembali mengeja di level tertinggi US$5.594,82, kemudian dibanting hingga jatuh ke level terendah US$5.109,62 per troy ons.
Namun, dalam perdagangan Jumat (30/1/2026) hingga pukul 06.17 WIB, harga emas dunia kembali menguat 0,30% di posisi US$5.409,64 per troy ons. Meski demikian, harga emas masih memiliki potensi untuk bergerak lebih dalam.
Sumber yang mengatakan harga emas terus naik sekitar 24% untuk bulan ini dan 7% sejauh minggu ini adalah UBS, yang meningkatkan perkiraan harga emasnya menjadi US$6.200 per troy ons untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sementara memproyeksikan penurunan menjadi US$5.900 per troy ons pada akhir tahun 2026.
Perkiraan UBS didorong oleh defisit pasokan dan pembelian momentum. Sementara itu, investor juga mengingatkan akan ketidakpastian geopolitik yang menyebabkan harga emas naik. Penutupan perang antara AS dan Iran juga menjadi poin pertimbangan bagi investor.
Selain itu, dana kripto yang berinvestasi di emas fisik juga terlihat menarik untuk membeli emas. Sementara itu, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah karena penunggu pengumuman Trump tentang pengganti ketua bank sentral Jerome Powell.
Kemudian ada pihak yang mengatakan harga emas akan melonjak lebih dari 60% sepanjang bulan ini, didorong oleh defisit pasokan dan pembelian momentum.
Harga emas dunia sempat terjun ke level US$5.100 per troy ons sebelum kembali bangkit dan menempati posisi tertinggi di pasar spot. Investor kompak pun mengambil keuntungan dari keadaan ini.
Dalam perdagangan Kamis (29/1/2026), harga emas dunia turun 0,08% menjadi US$5.394,88 per troy ons sebelum kembali mengeja di level tertinggi US$5.594,82, kemudian dibanting hingga jatuh ke level terendah US$5.109,62 per troy ons.
Namun, dalam perdagangan Jumat (30/1/2026) hingga pukul 06.17 WIB, harga emas dunia kembali menguat 0,30% di posisi US$5.409,64 per troy ons. Meski demikian, harga emas masih memiliki potensi untuk bergerak lebih dalam.
Sumber yang mengatakan harga emas terus naik sekitar 24% untuk bulan ini dan 7% sejauh minggu ini adalah UBS, yang meningkatkan perkiraan harga emasnya menjadi US$6.200 per troy ons untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sementara memproyeksikan penurunan menjadi US$5.900 per troy ons pada akhir tahun 2026.
Perkiraan UBS didorong oleh defisit pasokan dan pembelian momentum. Sementara itu, investor juga mengingatkan akan ketidakpastian geopolitik yang menyebabkan harga emas naik. Penutupan perang antara AS dan Iran juga menjadi poin pertimbangan bagi investor.
Selain itu, dana kripto yang berinvestasi di emas fisik juga terlihat menarik untuk membeli emas. Sementara itu, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah karena penunggu pengumuman Trump tentang pengganti ketua bank sentral Jerome Powell.
Kemudian ada pihak yang mengatakan harga emas akan melonjak lebih dari 60% sepanjang bulan ini, didorong oleh defisit pasokan dan pembelian momentum.