Pasar tradisional Jakarta mulai menghadapi krisis, karena harga daging sapi melonjak hingga Rp 200 ribu per kilogram, membuat banyak pedagang memutuskan untuk mogok jualan. Menurut Andrian Lame Muhar, Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), pihaknya menilai penjualan dengan harga tinggi berisiko mengurangi jumlah pembeli. Ia menyatakan bahwa pedagang lebih suka sementara menghentikan aktivitas penjualan daripada menjual dengan harga terlalu tinggi.
Banyak pasar tradisional di Jakarta, seperti Rawamangun dan Parung Panjang, yang sebelumnya menjadi destinasi utama konsumen untuk membeli daging sapi. Sekarang, banyak pedagang yang tidak mau berjualan lagi, karena biaya stok terlalu tinggi dan khawatir dengan penurunan jumlah pembeli.
Penyebab melonjaknya harga daging sapi adalah kebijakan pemerintah yang memperketat impor, negara-negara pengekspor yang menata ulang strategi ekspor mereka, serta biaya impor anakan sapi yang meningkat. Selain itu, cuaca buruk juga menjadi faktor yang memicu kenaikan harga.
Bergizi Gratis Nasional program yang diluncurkan oleh pemerintah untuk memberikan daging sapi kepada masyarakat turun tinggi, dan beberapa pedagang menyimpan stok daging untuk persiapan tersebut. Namun, ini tidak membantu mengatasi krisis pasar, karena permintaan masih lebih tinggi daripada pasokan.
Kondisi ini membuat banyak konsumen kecewa, karena harga daging sapi yang melonjak menjadi beban bagi mereka. Oleh karena itu, pedagang dan pemerintah harus bekerja sama untuk menemukan solusi, seperti mengurangi biaya impor atau meningkatkan pasokan daging sapi.
Banyak pasar tradisional di Jakarta, seperti Rawamangun dan Parung Panjang, yang sebelumnya menjadi destinasi utama konsumen untuk membeli daging sapi. Sekarang, banyak pedagang yang tidak mau berjualan lagi, karena biaya stok terlalu tinggi dan khawatir dengan penurunan jumlah pembeli.
Penyebab melonjaknya harga daging sapi adalah kebijakan pemerintah yang memperketat impor, negara-negara pengekspor yang menata ulang strategi ekspor mereka, serta biaya impor anakan sapi yang meningkat. Selain itu, cuaca buruk juga menjadi faktor yang memicu kenaikan harga.
Bergizi Gratis Nasional program yang diluncurkan oleh pemerintah untuk memberikan daging sapi kepada masyarakat turun tinggi, dan beberapa pedagang menyimpan stok daging untuk persiapan tersebut. Namun, ini tidak membantu mengatasi krisis pasar, karena permintaan masih lebih tinggi daripada pasokan.
Kondisi ini membuat banyak konsumen kecewa, karena harga daging sapi yang melonjak menjadi beban bagi mereka. Oleh karena itu, pedagang dan pemerintah harus bekerja sama untuk menemukan solusi, seperti mengurangi biaya impor atau meningkatkan pasokan daging sapi.