Konsep relasi terbuka di kalangan muda-urban Indonesia telah menjadi semakin populer, meski masih banyak yang memiliki pendapat berbeda tentang kebijaksaannya. Pada dasarnya, konsep ini adalah bentuk hubungan yang memungkinkan suatu pasangan untuk menjalin relasi romantis atau seksual dengan orang lain dalam batas tertentu, tetapi jelasnya masih banyak yang mengerti maknanya secara salah.
Tidak semua orang yang melakukan relasi terbuka disebut sebagai polimor. Poliamori adalah hubungan dimana seseorang dapat menjalin hubungan romantis dengan lebih dari satu pasangan sekaligus, termasuk keterlibatan emosional. Sedangkan konsep open relationship ini adalah membatasi relasi di luar pasangan utama hanya pada aspek fisik tanpa adanya ikatan perasaan. Artinya, hubungan seksual diperbolehkan tetapi keterikatannya tetap eksklusif.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih untuk melakukan konsep relasi terbuka. Beberapa di antaranya adalah keinginan untuk memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam hal hubungan, ingin menjaga kebebasan pribadi yang besar, atau karena ingin mencoba bagaimana menangani keterikatan emosional dan seksual secara berbeda.
Tapi konsep ini juga mungkin dipilih orang lain karena mengalami kesulitan dalam hubungan monogam sebelumnya, sehingga mereka merasa lebih nyaman menjalankan hubungan yang terbuka. Beberapa pula mencari bentuk hubungan yang dirasa lebih modern dan sesuai dengan lingkungan mereka.
Namun, meskipun konsep ini adalah jenis hubungan yang dianggap fleksibel, pola relasi ini tetap membutuhkan aturan yang jelas dan disepakati bersama. Jika tidak ada aturan yang tegas, maka hubungan ini bisa berpotensi menghasilkan konflik, cemburu, hingga ketidaknyamanan emosional.
Untuk menjaga keselarasan dalam relasi terbuka itu sendiri ada beberapa hal yang perlu dibicarakan bersama pasangan. Pertama, kesiapan untuk mengatur batasan fisik dan emocional yang mungkin akan terjadi selama proses ini. Kedua, setiap pihak yang terlibat wajib menyetujui aturan yang telah ditetapkan dan merasa nyaman menjalinya. Terakhir, penting adalah memahami kebutuhan individu satu sama lain dan mencoba untuk meningkatkan komunikasi dalam hubungan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dan munculnya pola hidup modern telah mengubah pandangan kita tentang hubungan dan relasi. Kita mulai merasa bahwa relasi terbuka adalah bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan zaman yang sedang mengalami perkembangan pesat.
Kesimpurnya, pengertian dan pemahaman konsep ini masih jauh dari kesepakatan bersama dalam masyarakat.
Tidak semua orang yang melakukan relasi terbuka disebut sebagai polimor. Poliamori adalah hubungan dimana seseorang dapat menjalin hubungan romantis dengan lebih dari satu pasangan sekaligus, termasuk keterlibatan emosional. Sedangkan konsep open relationship ini adalah membatasi relasi di luar pasangan utama hanya pada aspek fisik tanpa adanya ikatan perasaan. Artinya, hubungan seksual diperbolehkan tetapi keterikatannya tetap eksklusif.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih untuk melakukan konsep relasi terbuka. Beberapa di antaranya adalah keinginan untuk memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam hal hubungan, ingin menjaga kebebasan pribadi yang besar, atau karena ingin mencoba bagaimana menangani keterikatan emosional dan seksual secara berbeda.
Tapi konsep ini juga mungkin dipilih orang lain karena mengalami kesulitan dalam hubungan monogam sebelumnya, sehingga mereka merasa lebih nyaman menjalankan hubungan yang terbuka. Beberapa pula mencari bentuk hubungan yang dirasa lebih modern dan sesuai dengan lingkungan mereka.
Namun, meskipun konsep ini adalah jenis hubungan yang dianggap fleksibel, pola relasi ini tetap membutuhkan aturan yang jelas dan disepakati bersama. Jika tidak ada aturan yang tegas, maka hubungan ini bisa berpotensi menghasilkan konflik, cemburu, hingga ketidaknyamanan emosional.
Untuk menjaga keselarasan dalam relasi terbuka itu sendiri ada beberapa hal yang perlu dibicarakan bersama pasangan. Pertama, kesiapan untuk mengatur batasan fisik dan emocional yang mungkin akan terjadi selama proses ini. Kedua, setiap pihak yang terlibat wajib menyetujui aturan yang telah ditetapkan dan merasa nyaman menjalinya. Terakhir, penting adalah memahami kebutuhan individu satu sama lain dan mencoba untuk meningkatkan komunikasi dalam hubungan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dan munculnya pola hidup modern telah mengubah pandangan kita tentang hubungan dan relasi. Kita mulai merasa bahwa relasi terbuka adalah bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan zaman yang sedang mengalami perkembangan pesat.
Kesimpurnya, pengertian dan pemahaman konsep ini masih jauh dari kesepakatan bersama dalam masyarakat.