Hakim usai Sidang Demo Polda DIY: Tidak Usah Takut Jadi Aktivis

Hakim Arie Prabawa menutup sidang kasus demo ricuh di Polda DIY, mengingatkan aktivis untuk tidak melakukan tindakan anarkis maupun vandalis.

Selasa (20/1/2026), di Pengadilan Negeri Sleman, Arie memberikan pesan yang unik kepada saksi yang hadir, termasuk Perdana Arie Putra Veriasa. "Tidak usah takut jadi aktivis ya", ujarnya.

Saksi lainnya, Dani dan Ghozi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengatakan bahwa mereka tidak melihat terdakwa sedang menyebabkan kebakaran tenda. Menurut Ghozi, Arie Prabawa sedang membantu mengurai kemacetan di depan Polda DIY saat kondisi jalan mulia.

"Karena kan saat itu kondisi jalan sedang macet yang mulia, kemudian kan banyak juga mobil-mobil yang macet, nah saudara Arie yang saya lihat adalah membantu mobil-mobil yang lewat supaya terbuka jalannya", ujarnya di Pengadilan Negeri Sleman pada Selasa (20/1/2026).

Sementara itu, Dani memperkirakan bahwa tenda lebih dahulu terbakar sebelum mobil. Ia memperkirakan jeda waktu keduanya terbakar dalam 15 menit.

"Limabelas menitan, saya rasa seperti itu yang mulia," pungkas Dani.

Selain pesan dari Arie untuk tidak takut menjadi aktivis, dia juga mengingatkan mereka untuk menjadi aktivis yang tidak melakukan tindakan anarkis maupun vandalis.
 
hehehe, kasus demo ricuh di Polda DIY kayaknya seru banget! aku rasa aktivisnya sih kaya yang harus ngatur-aturan kan? 😂 "Tidak usah takut jadi aktivis ya" bikin aku tertawa gak bisa. tapi apa yang aku lihat dari kasus ini, Arie Prabawa kayaknya membantu banyak ya! 🤝 kayaknya dia bukan sih yang menimbulkan kebakaran tenda. aku rasa dia yang sedang "membantu" mobil-mobil macet supaya terbuka jalannya 😂. dan aku juga penasaran, 15 menit? itu seperti waktu yang mulia kan? hehehe!
 
Aku pikir sih, kalau dulu di Polda DIY itu, terdakwa sedang menyebabkan kebakaran tenda, tapi ternyata saudara Arie itu lagi membantu mobil-mobil macet jalan mulia depannya... aku rasa kita harus mengenang kesabaran dan penuh dengan perhatian dalam memberanikan diri menjadi aktivis. Kita harus liat jeda waktu dari awal, bukan seperti ngambil keputusan tanpa memikirkan. Dan kalau dulu ada yang melakukan kesalahan, kita harus belajar dari kesalahan itu dan jadi lebih bijak.
 
ini gue pikir si arie prabawa buka sidang kasus demo ricuh di polda diy karena kekacauan yang ada ya... tapi ternyata dia bilang kalau sebenarnya dia yang membantu mengurai kemacetan di depan polda DIY kan? itu kayaknya cerita gue yang salah sih... dan si dani dari uny yang pernah menjadi saksi juga bilang kalau terdakwa tidak bersalah bisa jadi karena mobil-mobil macet sebelum tenda terbakar sih...
 
Hmm, kasus demo riuh di Polda DIY sih bukannya membuat kita berpikir apa-apa? Arie Prabawa nih, dia bilang kalau mereka yang aktif jangan takut tapi harus bertanggung jawab juga. Kita lihat, sahabatnya Ghozi bilang bahwa Arie sedang membantu mengurai kemacetan di depan Polda DIY saat itu. Artinya, dia tidak melakukan tindakan yang salah lagi 😊.

Sementara itu, saya pikir kalau kebakaran tenda itu bukannya karena kesalahan seseorang aja, tapi karena beberapa faktor lain seperti cuaca atau keseragaman pengguna listrik di sekitar tenda. Jadi, kita harus lebih santai dan tidak terburu-buru dalam menentukan apa yang salah dan siapa yang salah 🤔.

Aku rasa Arie Prabawa bilang sesuatu yang benar lagi, yaitu pentingnya menjadi aktivis yang bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan yang berbahaya atau vandalis. Kita harus bisa berbeda antara yang baik dan yang salah, tapi juga kita harus bisa menerima bahwa kita semua bisa membuat kesalahan 🙏.
 
Aku penasaran apa yang salah dengan seseorang yang hanya ingin membantu mengurai kemacetan di depan Polda DIY saat kondisi jalan macet? Aku pikir dia hanya ingin membantu masyarakat, tapi orang lain masih mau memperdebatkan. Aku rasa kasus ini tidak adil sama sekali, tapi aku juga paham bahwa ada yang salah dengan cara kerja pengadilan ini. Aku rasa Perdana Arie Putra Veriasa itu sudah cukup bijak kalau bisa membantu mobil-mobil yang lewat agar terbuka jalannya. Tidak usah takut jadi aktivis, tapi aku paham bahwa ada aturan yang harus diikuti. Aku rasa ini semua hanya tentang cara kerja sistem yang tidak tepat.
 
Aku kayaknya udah paham apa yang terjadi di Polda DIY ya! Arie Prabawa jujur banget, aku senang dia membantu mengurai kemacetan di depan Polda DIY saat itu, tapi aku rasa perlu ada klarifikasi lebih lanjut tentang tenda yang terbakar kan?
 
kaya kaya sih, sih Arie Prabawa lagi nggak ngeluh dech? saksi-sakinya bilang dia membantu urai kemacetan di depan Polda DIY, tapi dia sendiri yang kasih kesempatan untuk menjadi saksi? kalau jadi aktivis, pasti dia tidak mau jadi korban sih... padahal sih Arie kayaknya nggak perlu ngeluh lagi, dia udah nyaman di pengadilan, kan?
 
Gue pikir sih apa yang udah terjadi di sana? Banyaknya kesalahpahaman ya... Si Arie Prabawa udah membantu jalan macet, tapi kemudian beliau udah dijadikan tudung kasus demo ricuh. Gue rasa ini salah paham total sih. Yang perlu diingatkan adalah untuk tidak melakukan tindakan anarkis maupun vandalis, tapi bukannya Arie yang melakukannya? Gue pikir ini udah keren sih kalau aktivis-aktivis bisa berbicara dengan cerdas seperti Dani dan Ghozi, bukannya terus-menerus membuang-buang kesempatan untuk melakukan sesuatu yang negatif. Aku rasa yang perlu diingatkan adalah untuk menjadi positif, bukan untuk menjadi negatif aja... 🤔💡
 
Aku pikir kalau gampang sekali untuk mengatakan 'tidak usah takut jadi aktivis', tapi kenyataannya bukanlah begitu. Activis di Indonesia ini seringkali dihadapkan dengan tantangan yang sulit, apalagi ketika mereka memilih jalur anarkis atau vandalis. Aku tidak tahu apa kebenaran dari kasus ini, tapi aku rasa penting untuk memperdebatinkan tentang cara yang tepat untuk menjadi aktivis yang efektif dan berdampak positif pada masyarakat. Kita harus bisa menemukan keseimbangan antara kemauan untuk mengubah dunia dengan tanggung jawab sebagai warga negara.
 
kembali
Top