Hakim Tolak Eksepsi Sri Purnomo di Kasus Hibah Pariwisata Sleman

Hakim Tolak Eksepsi Sri Purnomo di Kasus Hibah Pariwisata Sleman, Pemeriksaan Terus!

Majelis hakim pengadilan negeri Yogyakarta hari ini menyatakan keberatan atas eksepsi dari penasihat hukum mantan bupati Sleman periode 2010-2021, Sri Purnomo (SP). "Mengadili satu, menyatakan keberatan eksepsi dari terdakwa SP tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Hakim, Melinda Aritonang saat membacakan putusan sidang di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Penuntut umum diminta melanjutkan pemeriksaan perkara dengan nomor register 23/Pid.Sus-TPK/2025/PN Yyk. Sedangkan biaya perkara ditangguhkan sampai putusan pengadilan dihasilkan. Melinda juga memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi yang akan hadir dalam sidang mendatang.

Terdakwa SP, Sri Purnomo hadir menggunakan baju kemeja putih dengan peci dan celana hitam. Dalam perkara ini, dia diduga terlibat dalam kasus penyimpangan pengelolaan dana hibah pariwisata yang berasal dari Kemenparekraf tahun 2020.

Jaksa penuntut umum akan menghadirkan tiga sampai empat saksi dalam sidang mendatang. Majelis hakim yang menangani perkara ini adalah Melinda Aritonang sebagai ketua, Gabriel Siallagan dan Elias Hamonangan sebagai hakim anggota.

Sri Purnomo dijerat dengan pasal berlapis. Dia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Makasih, aku pikir kalau ini kasusnya makin serius, tapi sementara itu ada yang kaget, siapa nih yang aja berasa salah? Biar saksi-saksi hadir, jadi bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku juga penasaran dengan biaya perkara, kalau ditangguhkan sampai putusan pengadilan dihasilkan, itu berarti gini biaya kita semua yang tidak ingin diterima?
 
ini kabar gembira lagi, mantan bupati Sleman yang dipimpin oleh Sri Purnomo akhirnya bisa melanjutkan proses ini dan tidak bisa dibebaskan dari tuntutan korupsi. kalau aku bisa memberikan saran saja, saya rasa jangan berbicara langsung dengan Jaksa penuntut umum, karena itu akan membuatnya lebih sulit dalam menyampaikan argumen-argumen yang benar-benar mereka ucapkan. tapi selain itu, aku sangat menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya dan aku yakin ini semua akan mengajar Sri Purnomo untuk lebih berhati-hati di masa depan 🤞
 
Saya pikir ini bukti-bukti lagi kalau pemerintah yang suka menangkap siapa saja yang punya uang. Sri Purnomo bisa jadi korupsi, tapi dia tidak perlu dieksekusi seperti ini. Di sini dia harus bisa berbicara dan meminta maaf dulu. Saya juga penasaran mengenai alasan kenapa dia terlibat dengan kasus hibah pariwisata ini. Kalau dia benar-benar bersalah, tapi masih punya kesempatan untuk memperbaiki dirinya, saya pikir itu sudah adil. 🤔👥
 
Gue pikir ini masalah yang gede banget! Si Sri Purnomo jadi target kasus korupsi tapi kemudian dia menolak eksepsi? Gue bayangkan jika gue sendiri ada masalah seperti ini, siapa aja yang akan membantu gue? Kita harus yakin bahwa penuntut umumnya tidak mau biarkan kasus ini berakhir dengan amanat. Tapi kenapa dia harus menolak eksepsi? Gue rasa dia malas untuk menyatakan kebenaran. Biar-biar ada pasal yang gede, tapi ini bukan tentang kesalahan kita yang salah, tapi tentang korupsi di dalam sistem.
 
Haha, apa lagi kabar dari kasus hibah pariwisata Sleman ini 😂! Aku pikir si Sri Purnomo itu sudah banyak berpamitan dengan hakim, tapi masih juga tidak mau menyerah 🤦‍♂️. Aku rasa ini kayak cari alasan untuk menghindari jawabannya, kan? 🤔 Mungkin dia malah jatuh kaki dari kejahatan korupsi nih 😳! Aku harap biaya perkara tidak terlalu mahal, karena aku juga ingin uang saya untuk belanja di Malam Pintar aja 🛍️! Tapi seriusnya, aku berharap si Sri Purnomo ini dapat menyesuaikan diri dan mengakui kesalahannya, biar kasus ini dapat segera terselesaikan 🚫💨! #KorupsiTidakDiZamanSleman #AkuHarapSiSPMenyesuaikanDiri #BiayaPerkaraHarusTangguh
 
Maksudnya, kalau tidak ada eksepsi, siapa tahu apa yang terjadi di dalam sidang itu gak akan dibawa ke luar. Sri Purnomo juga lumayan keren bisa datang dengan baju kemeja putih yang rapi 🤗. Tapi, sepertinya beliau masih belum paham tentang apa yang dimaksud "pasal berlapis". Beliau harus siap-siapan, ya 🙃.
 
[ GIF: Seseorang yang terkejut dengan mata bungkuk ] 🤯
Apa maksudnya, eksepsi dari SP tidak bisa diterima? [ GIF: Seorang pengacara yang sedang memukul kepala ]
Tapi nggak bisa dipikirin, masih banyak kasus korupsi di Indonesia yang belum dituntaskan! 🤷‍♂️
[ GIF: Seorang penuntut umum yang sedang menulis di atas buku catatan ]
Pemeriksaan terus! 💪
 
gak percaya banget sih apa yang terjadi di Sleman. Sri Purnomo diceritain terlibat kasus hibah pariwisata tapi dia masih bisa berpamitan seperti biasa aja 🤔. aku pikir ini bukan masalah pribadi, tapi kalau dia harus dihukum karena kejahatan yang dia lakukan itu punya masalah besar. kenapa sih dia bisa saja terus mengejar pekerjaannya dan keluarganya? kayaknya harus ada aturan yang lebih ketat lagi tentang korupsi nih 🙄. tapi aku rasa kita semua harus bersabar dan jangan terburu-buru menilai hasil dari proses hukum ini. kita harus yakin bahwa ini adalah proses yang adil dan benar-benar tidak ada kesalahpahaman 💯.
 
gokil banget deh! si Sri Purnomo nggak perlu khawatir, dia masih bisa berlari dari masalah ini . tapi apa yang terjadi? dia dianggap melakukan korupsi dan kini dia harus menghadapi hukuman. itu gak adem banget!
apa yang dia lakukan salah? apakah dia tidak berani untuk meminta uang? atau mungkin dia hanya ingin memberikan keuntungan kepada dirinya sendiri. tapi kita harus ingat, korupsi bukanlah masalah sederhana tapi lebih serius.
sayangnya, ada banyak orang Indonesia yang masih belum sadar akan pentingnya menghadapi kasus-kasus korupsi ini . mereka harus diingat bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh siapa pun dapat memiliki konsekuensi.
 
🤔 Aku pikir ini kasus yang agak berat untuk Sri Purnomo, tapi aku masih punya keraguan. Aku tahu dia harus membayar biaya perkara, tapi aku rasa ini tidak adil. Aku sudah lihat video video kejadian di pengadilan, dan aku masih bisa melihat jeleknya yang sering melakukan kesalahan. tapi mungkin dia memang tidak siap untuk menghadapi kasus ini... atau mungkin dia malah menikmati perhatian publik? apa yang kalian pikir? 🤷‍♂️
 
Saya pikir penuntut umum harus lebih teliti lagi sih, kalau tidak apa-apa dia bisa langsung terima eksepsi dari Sri Purnomo 😐. Mungkin ada something yang salah di dalam kasus ini, tapi harusnya ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa dia melakukan kesalahan. Saya rasa biaya perkara yang ditangguhkan juga kurang masuk akal, kalau punya uang bisa dibayar gah, kan? 😊
 
aku pikir kalau mantan bupati itu udah ngisi janggung aja, tapi ternyata masih ada yang bingung, eksepsi apa sih? aku rasa biaya perkara harus dihitung nih, kalau tidak ada keberatan dari belakang, gini saja kalau pengadilan mau mengeluarkan uang untuk pemeriksaan dan saksi, itu berpotensi merugikan negara.
 
Aku pikir ini kalau benar-benarnya eksepsi dari Sri Purnomo jadi masalah, tapi aku rasa dia tidak perlu terlalu khawatir. Aku tahu dia dianggap sebagai sasaran kasus hibah pariwisata, tapi aku juga tahu dia sudah banyak berjuang untuk mengembangkan pariwisata di Sleman. Tapi aku juga tidak ingin memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku doakan agar putusan pengadilan ini benar-benar adil dan jujur, biar semua pihak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini 😊
 
Eh, ga percaya kalau mantan bupati Sleman kayaknya dibawa ke pengadilan bareng kasus hibah pariwisata! Ada yang tahu siapa yang benar-benar terlibat dengan korupsi dana hibah itu? Ada yang salah dalam informasi ya, karena aku tahu mantan bupati ini baik-baik aja, tapi mungkin ada yang salah dengan pengelolaannya. Aku rasa biaya perkara harus diurangi dulu, karena ini kayaknya biaya negara yang banyak.
 
kembali
Top