Pandangan saya tentang kasus ini agak menarik, kan? Seperti nggak ada yang bisa dipertanyakan kalau gagasan itu berasal dari hukum acara pidana kan? Tapi apa sih yang salah dengan majelis hakim yang memutuskan untuk tidak menerima eksepsi Delpedro dan teman-temannya?
Mungkin karena mereka benar-benar menilai kembali semua bukti dan argumen yang diajukan, dan akhirnya jatuh ke suatu kesimpulan. Saya pikir itu cara yang tepat, kan? Kalau kita terlalu cepat menerima eksepsi tanpa mempertimbangkan kembali, maka itu bisa menjadi hambatan bagi proses pengadilan.
Saya rasa penting untuk diingat bahwa dalam suatu kasus hukum, tidak ada room untuk perasaan pribadi atau emosi. Mereka harus fokus pada bukti dan argumen yang ada, agar kebenaran dapat dipastikan. Jadi, saya setuju dengan putusan majelis hakim ini.