Hakim Tolak Eksepsi Delpedro Dkk, Sidang Lanjut ke Pembuktian

Kasus dugaan penghasutan demo yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025, terus memanas dengan proses sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hakim harika Nova Yeri mengatur keberatan dari para terdakwa, yaitu Delpedro Marhaen Rismansyah, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan Khariq Anhar, tidak dapat diterima karena dinilai tidak beralasan menurut hukum acara pidana.
 
gabisa paham siapa-siapa yang terdakwa di sini 🤔. tapi secara prinsip, kalau hakim sudah memutuskan jadi demikian, itu artinya tidak ada lagi keberatan, kan? kayaknya proses sidang ini seharusnya selesai dari sini aja 😊. jangan sabar-sabaran, asalkan keadilan dipegang dengan tangan-tangan yang jujur 💪.
 
Aku rasa sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini memang ngebakar perdebatan. Kita bisa lihat para terdakwa tersebut benar-benar mengalami kesulitan dalam menjelaskan bagaimana mereka bertindak, bahkan ada yang bilang tidak punya alasan sama sekali 🤔. Ini juga menunjukkan bahwa keberatan dari para terdakwa tersebut agak susah dipertanggapi oleh hakim, terutama kalau kita lihat dari perspektif hukum acara pidana. Yang penting adalah proses hukum ini harus tetap dijalani dengan adil dan transparan.
 
wow 🤯, sih kasus ini memang makin panas garing deh. masing-masing orangnya punya alasan sendiri kan, tapi gampang juga banget terkecuali yang salah kalau tidak punya alasan 🙄. tapi apa sih yang salah dengannya? apakah ada bukti yang cukup yah? saya rasa kalah para terdakwa karena bisa tahu siapa yang salah ya 😅. tapi ini juga menunjukkan betapa kompleksnya sistem hukum di Indonesia, kan 🤔.
 
Gak bisa bilang bahwa proses sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini begitu cepat selesai. Dulu kalinya kalau kasus demo itu, banyak orang yang kira kalau ada pelanggaran hukum yang jelas. Tapi ternyata, tidak ada bukti yang kuat juga. Sekarang, para terdakwa bilang kalau mereka tidak memiliki bukti yang cukup, tapi hakim juga bilang kalau tidak ada alasan yang kuat untuk membiarkan keberatan mereka. Nah, apa yang harus dilakukan? Kalau tidak ada pelanggaran hukum yang jelas, maka tidak bisa dipaksa untuk mengakui kesalahan. Tapi sama-sama menarik nih, karena kalau tidak ada bukti, maka siapa yang benar? 🤔
 
Kalau ini lihat dari situasi yang dilalui 4 orang itu, kita bisa belajar dari kesalahannya. Mereka benar-benar salah dalam melakukan demo yang nanti berujung pada aib. Jika mereka nggak mengatur dengan baik, semua hasilnya jadi sia-sia. Artinya, jika kita mau lakukan sesuatu yang bisa bikin kerumunan seperti ini, kita harus waspada dan benar-benar mengatur segalanya terlebih dahulu. Dengan begitu, kita bisa menghindari kesalahannya yang nanti bikin aib. Kita jangan lupa, kesalahan kecil bisa jadi awal dari keselamatan yang hilang 🤦‍♂️
 
Saya sibuk sekali nih dengan kasus ini! 🤯 Sidang putusan selanjutnya pasti akan memanas banget, mungkin bahkan ada gugupan dari para terdakwa atau bahkan keluarga mereka. Menurut sisi saya, kalau para terdakwa belum punya strategi yang kuat untuk menghadapi hukuman, kemungkinan besar mereka akan dihukum penjara. Tapi, mungkin ada cara lain yang bisa mereka lakukan seperti mengajukan appeal ke pengadilan tinggi atau bahkan kembali lagi ke pengadilan pertama. Saya rasa para terdakwa harus lebih bijak dalam menghadapi kasus ini dan tidak langsung menyerah. Juga, saya penasaran dengan reaksi masyarakat umum terhadap kasus ini, apakah ada yang mendukung atau membela para terdakwa? 🤔
 
heyo bros, aku rasa ini kasus demo yang bikin banyak sesekak banget, apa ada yang salah dengar kalau orang-orang itu punya alasan untuk demo? tapi nih hakimnya bilang tidak adil, kan jadi yang dihukum itu nggak punya logika. aku rasa ini kasus yang paling bikin banyak keraguan, siapa yang benar dan siapa yang salah? aku kira apa yang penting itu ada alasan dan bukan cara demo yang di lakukan. aku harap bisa melihat kebenaran dari kasus ini agar semua pihak dapat menyelesaikannya dengan cepat.
 
aku pikir ini gampang2 banget kira2 kalau dia keluar bisa ngatur keberatan apa aja... tapi siapa tahu ada alasan lagi yang aku tidak kenal... aku pikirnya ada baiknya jangan nunggu hukum, buat duduk sejenak nih, ambil napas, dan cari saran dari orang lain...
 
kembali
Top